Bagi para pelancong, musafir, yang bepergian dari arah Rembang menuju Pamotan dan sekitarnya, tidak perlu khawatir, kemana hendak menunaikan salat. Tepatnya di timur perempatan desa Japerejo Pamotan, berdiri masjid megah nan artistik. Masjid itu bernama Masjid Al Istiqomah.
Posisi masjid ini sangat strategis, tidak jauh dari perempatan. Yang mana empat arah perempatan adalah menuju kota-kota yang penting di Rembang.
Masjid terlihat dari arah Rembang
Dari barat masjid Al Istiqomah tampak terlihat menonjol dan sangat indah nan artistik. Karena tempatnya yang strategis itulah barangkali mengapa masjid ini begitu ramai setiap harinya. Orang dari arah mana saja banyak mampir untuk melakukan salat di masjid ini.
Masjid Al Istiqomah dari halaman depan
Dengan halaman yang luas, orang yang datang ke sini terasa bebas hambatan. Tidak ada petugas parkir di sini. Atau semacam satpam yang mengawasi pendatang. Memelototi pengunjung masjid ataupun menghitung jumlah kendaraan yang ada. Semuanya bebas. 24 jam. Karenanya tidak ada pintu pagar di masjid ini.
Orang dari kalangan apapun bisa di sini. Tidak harus ustadz, orang khusyuk, atau orang ahli jamaah. Orang model apapun bisa mampir di masjid ini, tanpa takut ditanya petugas satpam. Orang yang datang malam-malam hanya sekedar mampir tiduran melepas penat pun bisa diterima di sini. Bukankah ini rumah Allah?
Menara tempat bedug,dan tempat wudhu di sebelahnya.
Pengunjung sembarang orang bisa di sini tanpa ada rasa was was. Untuk saat ini barangkali pengunjung yang asal mampir sekedar berteduh, sudah salat di rumah, atau di masjid lain. Kali ini di sini, ia perlu melepaskan penat. Atau remaja huru hara sekalipun, barngkali lain kali ia akan menjadi orang khusyuk, karena terkesan dengan kebaikan pengelola masjid ini. Masjid yang penuh kearifan barangkali.
Al Istiqomah terlihat dari timur, dari depan Kantor Desa Japerejo
Kiranya semangat pengurus masjid Al Istiqomah cocok dengan semangat perjuangan Sunan Kalijaga yang ingin umatnya mau datang ke Masjid. Sunan Kalijaga sampai harus mengadakan pertujukan wayang kulit agar masyarakat mau datang ke Masjid. Tidak seperti zaman modern saat ini, pengurus masjid memperlakukan masjid seperti sebuah museum. Orang yang datang ke masjid justru malah diawasi. Diberi karcis, agar bisa dihitung pengunjungnya. Jika perlu pengunjung disemprot karena bersikap yang tidak cocok dengan satpam masjid. Di sisi lain pengurus woro-woro ke masyarakat agar datang ke masjid untuk mengikuti pengajian yang diselenggarakan oleh takmir, tapi yang datang hanya segelintir orang.
Rabu, 20 Februari 2019
Rabu, 24 Desember 2014
Maka, BERMIMPILAH
Berawal dari mimpi, kemudian menjadi kenyataan. Terkadang kenyataan lebih heboh dari mimpi tersebut. Seperti Soekarno-Hatta, Presiden dan Wakil Presiden kita punya mimpi akan kemerdekaan Indonesia. Yang terjadi kemudian tidak terduga, seperti yang kemudian kita nikmati saat ini. Benar-benar sebuah Rahmat Allah SWT yang luar biasa. Dan Anda pun pasti punya mimpi, kejarlah mimpi tersebut. Di bawah ini ada artikel bagus dari Studenpreuner yang patut kita baca untuk dijadikan cambuk semangat. sumangga.....
Jangan Biarkan Orang Lain Mencuri Mimpi Anda“Bermimpilah seakan-akan Anda akan hidup selamanya. Hiduplah seakan-akan Anda akan mati hari ini.” James Dean.
*Catatan Editor: Tiap hari Sabtu dan Minggu, Studentpreneur akan menerbitkan artikel bersifat tips dan opini milik ahli-ahli luar negeri yang disegani. Para ahli mengirimkan naskah dalam bahasa inggris, dan kami terjemahkan untuk Anda. Kali ini penulis adalah Ron Smith, aktor film di Amerika. Mimpi adalah hal paling penting bagi pebisnis, dan Ron Smith berhasil menggambarkannya dengan baik!*
Dari waktu kita membuka mata kita, kita sudah menggapai dan menggenggam sesuatu.Dan hampir di waktu yang sama, kita diberi tahu bahwa kita tidak bisa memilikinya. Namun tetap, semua mimpi dan cita-cita dibuat untuk kita, sebagai manifesto atau bayangan tentang siapa kita, akan jadi apa kita, dan apapun yang kita lakukan dalam hidup. Banyak dari kita yang tidak mengenali mimpi kita, mengacuhkannya, atau bahkan tidak tahu bahwa mereka ada, sehingga kita terjebak, seperti budak dalam kehidupan hanya untuk sekedar bisa bertahan. Bagi orang-orang tersebut, mimpi adalah sesuatu yang tidak nyata, hanya dongeng dalam mimpi, bukan nasib kita. Namun sebenarnya, mimpi kita adalah kekuatan kita, sumber kehidupan kita, dan tujuan kenapa kita dilahirkan.
Beberapa saat setelah ulang tahun kelima, Mozart menciptakan empat concerto piano pertamanya. Mozart tahu apa tujuan hidupnya bahkan sebelum kita semua belajar membaca dan menulis, dan Mozart mulai untuk menjadikannya nyata. Bagaimana kalau seandainya dia tidak melakukannya, menunggu hingga kehilangan kesenangan dalam menciptakan? Bagaimana kalau seandainya seseorang mengatakan bahwa dia tidak punya talenta, terlalu muda untuk menciptakan komposisi, dan Mozart mendengarkan kritik tersebut, tidak mengikut kata hatinya? Bagaimana kalau dia melihat ke arah lain ketika pertama kali dia mendengar alat musik atau saat music pertama kali bermain di kepalanya?
Sayangnya, dalam dunia yang penuh keegoisan dan individu, kecemburuan, dan kurangnya visi, hal ini banyak terjadi pada kita. Kecuali kita hanya mendengar isi hati saja, kita biasanya mulai meragukan mimpi kita, dan kemungkinan untuk bisa memperolehnya. Kita mendengarkan semua alasan negatif dan kemungkinan gagal yang besar dari orang-orang yang tidak pernah tahu siapa kita, dan mereka mengucapkannya dari tempat yang jauh, hanya melalui sudut pandang mereka yang sempit. Bayangkan saja ketika kita menyetir, kita disuruh fokus dan mendengarkan arahan dari orang buta yang duduk di kursi belakang. Dan kita sering terjebak dalam pemikiran apakah mimpi tersebut bisa menjadi kenyataan, apakah boleh untuk gagal, atau lebih parah, kita jadi berpikir untuk sama sekali tidak mencoba.
Pelukis Amerika terkenal Thomas Benton mengatakan: “Seniman hanya gagal ketika dia telah berhenti bekerja.”Dengan kata lain, Anda adalah apa yang Anda percayai, lalu melakukan apa yang Anda ingin lakukan, “panggilan hati”. Dan apabila Anda tidak melakukannya, Anda telah gagal. Anda tidak akan pernah gagal apabila melakukan panggilan hati tersebut. Tidak ada hasil seni yang sama dengan yang lain. Namun apabila Anda tidak berusaha menyelesaikannya, ketika Anda mengizinkan seseorang mencuri impian Anda, menutup cita-cita Anda, menahan Anda bergerak maju untuk memenuhi panggilan hati, itulah saat dimana Anda gagal secara menyedihkan.
Ironisnya, ketika Anda mengikuti mimpi dan memberikan yang terbaik, tidak ada kegagalan, tidak ada kekalahan, hanya ada perjalanan untuk menggerakkan sesuatu yang lebih dalam di hati Anda. Seberapa keras Anda bekerja untuk mewujudkan mimpi tersebut adalah pilihan Anda sendiri. Namun, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah jangan izinkan siapapun mencuri mimpi dari diri Anda. Anda harus mempunyai kulit seperti badak dan kegigihan sekuat benteng Fort Kox. Barulah Anda tidak akan diintimidasi oleh orang lain.
Sejak awal Saya menulis Saya mendapatkan banyak hinaan dan dukungan, sesuatu yang umum bagi penulis.
Saya tahu ada sesuatu di dalam diri yang terhubung dengan kata dan cerita, dengan puisi dan jalur hidup, dan Saya akan menjadi sesuatu dengannya. Ini bukan soal berapa banyak uang yang akan Saya hasilkan; ini soal tidak ingin melakukan hal lain dan hanya ingin melakukan hal yang Saya cintai. Orang lain banyak yang heran kenapa Saya melakukan ini. Saya percaya bahwa Saya lebih hebat, lebih cemerlang, dan lebih berbakat dari mereka. Saya selalu heran dengan begitu banyaknya hal negative dalam masyarakat, hingga banyak orang yang sering meragukan pilihan hidup orang lain, tentang kenapa jiwa kita mengejar sesuatu, dan terkadang kritik tersebut datang dari orang yang dekat dengan kita.
Saya tahu bahwa hal tersebut adalah reaksi yang buruk. Mengherankan namun sangat menakjubkan. Kenapa tidak semua orang berkata, “Oh, pilihan karirmu hebat sekali, kejarlah! Saya ingin sekali melihat karyamu”, sesuatu yang akan selalu Saya ucapkan bila mendengar mimpi seseorang. Namun Saya menyadari bahwa kebanyakan orang akan berusaha menjatuhkan Anda, sesering mereka dijatuhkan oleh orang lain, oleh kehidupan, oleh keraguan, dan tidak percaya diri. Mereka akan berusaha membenarkan alasan untuk tidak bermimpi, untuk tidak mencoba, dan mereka akan berusaha mati-matian agar Anda juga tidak mengejar mimpi Anda. Mereka sangat semangat untuk menggagalkan Anda. Meskipun Saya sangat tertarik dan yakin terhadap keajaiban dan kekuatan kata-kata, mereka terlalu takut terhadap mimpi tersebut, sehingga sering menghina dan mengarang fakta bahwa Saya tidak berbakat.
Saya ingat seseorang berkata, “Ada banyak orang yang lebih pintar dari Saya dan kamu, Ron,” seperti seakan-akan IQ yang paling penting, lebih penting dari kecerdasan imajinasi. Seperti seakan-akan jiwa dan hati bukan hal penting dalam karya. Dari awal, tidak ada rancangan untuk seniman: penulis, pelukis, pembuat puisi, penyanyi, aktor, dancer, semuanya berbeda, dan semuanya memiliki cara sendiri untuk berkontribusi, menunjukkan kebenaran. Saya kagum dengan beberapa penulis, bosan dengan beberapa lainnya, namun tidak pernah sekalipun menghina mimpi seseorang untuk menulis. Saya yakin dalam sebuah titik, seseorang bisa menulis sesuatu yang orang lain tidak bisa, yang akan dibaca dan dikagumi sampai ribuan tahun.
Kritikan negatif akan sering Anda terima apabila Anda seniman. Baca saja kisah sukses penulis dan seniman, pasti banyak cerita tentang bagaimana keluarga dan lingkungan mereka melarang mereka untuk mengikuti mimpi. Keluarga Picasso sangat menghina karyanya, mengatakannya vulgar. Ayahnya adalah seorang pelukis pemandangan biasa, dan sangat takut melihat karya Picasso yang melukis orang sirkus, orang miskin, orang jalanan, preman dan pelacur. Keluarga dari Bruce Dern, artis terkenal, juga sangat melarang dia menjadi actor. Keluarganya percaya bahwa profesi artis menurunkan derajat mereka, yang merupakan politikus ahli. Namun, Bruce tidak peduli, akting dia sangat bagus, dan benar-benar mengejar mimpinya sendiri, terus berjuang untuk mewujudkannya.
Karena mimpi Anda bukan milik orang lain.
Mimpi Anda adalah milik Anda. Keluarga, teman, dan orang asing mungkin punya rencana untuk Anda, melihat Anda melalui lensa mereka sendiri, imajinasi terbatas, ego mereka sendiri, serta menghargai hal-hal yang berbeda dengan Anda. Mereka mungkin merasa akan menyelamatkan Anda dengan melarang. Ada banyak alasan untuk orang lain mencuri mimpi Anda, baik sengaja ataupun tidak, namun alasan mereka benar-benar tidak penting. Tidak ada yang tahu siapa diri Anda, tidak ada kecuali Anda sendiri, lalu kenapa mereka merasa tahu tentang takdir dan tujuan hidup Anda? Bagaimana orang lain bisa yakin mereka tahu tentang mimpi Anda?
Seseorang pernah mengatakan, apabila Anda bertanya pada diri sendiri tentang sesuatu yang serius, ketika Anda satu-satunya yang mendengarkan, Anda harus menjawab dengan jujur. Itu juga berkaitan dengan mimpi Anda. Apabila Anda bertanya tentang apa mimpi yang membuat Anda semangat, entah itu baru muncul atau sudah dari kecil, Anda tidak boleh mengizinkan seseorang mencurinya dari Anda. Terus kejar dengan semangat membara, yang semakin besar ketika dihina oleh orang lain. Buang semua kata negatif, reaksi, dan hinaan yang membuat Anda keluar jalur. Bekerjalah tiap hari meskipun banyak anjing menggonggong di sekitar Anda, hingga tidak ada lagi orang yang ragu pada Anda, hingga pencuri mimpi tersebut tidak bisa lagi mencuri mimpi Anda.
Mimpi Anda adalah milik Anda, dan hanya untuk Anda. Tidak ada yang bisa mengambilnya dari Anda selama Anda tidak mengizinkannya. Apabila Anda tidak mengejarnya, tidak akan ada yang mengejarnya.
Bawa mimpi Anda dalam kehidupan dan berlarilah bersamanya!
Mari berdiskusi di kolom komentar! Anda juga bisa mendapatkan informasi bisnis anak muda kreatif melalui Facebook atau Twitter Studentpreneur. [Photo Credit: Marina]
Senin, 15 Desember 2014
INGIN BERBISNIS ?
Akhir-akhir ini saya menjadi suka membaca artikel tentang entrepreneur. Sebuah artikel mempelajari cara berbisnis yang baik. Dan Alhamdulillah dampaknya sungguh baik. Saya jadi bersemangat untuk berbisnis sendiri hingga sukses. Untuk lebih jelasnya, mari kita baca artikel dari situs STUDENTPREUNEUR.
Ingin Jadi Entrepreneur? Hindari 5 Ketakutan Berikut Ini!
“Get things done” adalah mantra yang harus Anda praktekkan apabila ingin sukses dalam bisnis
(Lewis Howes)
Sobat Studentpreneur yang ingin menjadi entrepreneur pasti sudah sadar tentang banyaknya hal yang bisa menjadi alasan untuk tidak jadi berbisnis atau juga bisa membuat bisnis kita terhambat. Ketakutan konyol seperti tidak mempunyai gelar sarjana pada bidang tertentu, sampai tidak punya pengalaman dalam dunia bisnis menjadi alasan paling sering digunakan untuk menghambat kita. Well, Saya menemukan video menarik dari Lewis Howes yang menjelaskan tentang 5 ketakutan terbesar seorang entrepreneur pemula dan bagaimana cara mengatasinya. Bagi Sobat Studentpreneur yang kesulitan Bahasa Inggris, Saya akan membantu Anda untuk memahaminya!
Ketakutan Pertama – Kurang Percaya DiriPenyakit paling kronis dari semua pemula adalah kurang percaya diri, apalagi kalau Anda belum pernah menjalankan bisnis sebelumnya. Trik untuk mengatasi penyakit ini adalah cobalah melakukan breakdown goal Anda yang besar ke target-target yang kecil. Perlahan, wujudkan target-target kecil tersebut. Secara psikologis, kemenangan-kemenangan kecil akan membuat Anda menjadi lebih percaya diri dan berani untuk mengambil tantangan untuk menyelesaikan goal yang lebih besar lagi.
Ketakutan Kedua – Anda Berpikir Bahwa Anda Membutuhkan Sebuah Produk Sebelum Menjualnya
Banyak yang gagal berbisnis karena baru mulai menjualnya ketika produknya sudah ada. Lebih parah lagi, ternyata produk tersebut adalah produk yang tidak diinginkan oleh pasar. Cobalah membuat prototype kecil-kecilan dan pamerkan hal tersebut pada orang lain. Tanyalah pada mereka apakah mereka mau membelinya. Anda bisa tawarkan harga khusus pre-order kepada calon pelanggan yang tertarik. Apabila respon pasar positif, Anda tinggal fokus pada pengembangan produk dan menyelesaikan pesanan pre-order tersebut.
Ketakutan Ketiga – Anda Ingin Semuanya Sempurna
Banyak sekali entrepreneur pemula yang membuang waktunya untuk fokus kepada hal yang salah. Contoh, mereka menghabiskan waktu puluhan jam untuk merevisi logo perusahaan padahal produknya sendiri malah tidak diperbaiki. Ada juga yang fokus pada pengembangan produk, ingin produknya sempurna, namun malah akhirnya tidak pernah di launching karena merasa belum sempurna. “Get things done” adalah mantra yang harus Anda praktekkan apabila ingin sukses dalam bisnis. Keluarkan saja produk yang “belum sempurna” ke pasar, lihat reaksi mereka, dan perbaiki sesuai keinginan mereka. Momentum adalah segalanya dalam bisnis
Ketakutan Nomor Empat – Saya Tidak Punya Modal dan InvestorIni adalah alasan dan ketakutan yang paling sering digunakan oleh orang untuk tidak berbisnis. Saya tahu banyak sekali entrepreneur yang memulai segalanya dari modal hutang, dan bahkan hanya dari uang pinjaman keluarga. Mereka membangun bisnis dengan semangat 45, penuh keringat dan tekat. Atasi kekurangan modal dengan berusaha keras, membangun jaringan yang akan membantu bisnis Anda, dan menjadi super kreatif untuk mengalahkan pesaing yang mungkin mempunyai modal lebih besar. Cobalah berpikir di luar zona nyaman Anda!
Ketakutan Nomor Lima – Saya Tidak Punya Pengalaman dan Gelar Sarjana di Bidang Bisnis
Anda merasa harus kuliah di bidang tertentu dulu untuk mendapatkan ilmu yang diperlukan dalam bisnis? Well, tidak sepenuhnya salah. Namun, Anda juga bisa belajar secara online untuk mendapatkan pengetahuan yang diperlukan dalam bisnis. Cobalah berbagai platform luar biasa seperti Coursera untuk belajar manajemen dan operasional, atau Codecademy untuk belajar coding. Untuk mengatasi kurangnya pengalaman dalam bisnis, bagaimana Anda bisa berpengalaman kalau belum pernah berbisnis? Cobalah mencari mentor yang tepat untuk mengatasinya. Belajarlah dari keberhasilan dan kegagalan mereka!
Sobat Studentpreneur, apalagi yang Anda takutkan untuk berbisnis? Silahkan share pengalaman dan ketakutan Anda tentang bisnis dalam fitur comment di artikel ini.
Ingin Jadi Entrepreneur? Hindari 5 Ketakutan Berikut Ini!
“Get things done” adalah mantra yang harus Anda praktekkan apabila ingin sukses dalam bisnis
(Lewis Howes)
Sobat Studentpreneur yang ingin menjadi entrepreneur pasti sudah sadar tentang banyaknya hal yang bisa menjadi alasan untuk tidak jadi berbisnis atau juga bisa membuat bisnis kita terhambat. Ketakutan konyol seperti tidak mempunyai gelar sarjana pada bidang tertentu, sampai tidak punya pengalaman dalam dunia bisnis menjadi alasan paling sering digunakan untuk menghambat kita. Well, Saya menemukan video menarik dari Lewis Howes yang menjelaskan tentang 5 ketakutan terbesar seorang entrepreneur pemula dan bagaimana cara mengatasinya. Bagi Sobat Studentpreneur yang kesulitan Bahasa Inggris, Saya akan membantu Anda untuk memahaminya!
Ketakutan Pertama – Kurang Percaya DiriPenyakit paling kronis dari semua pemula adalah kurang percaya diri, apalagi kalau Anda belum pernah menjalankan bisnis sebelumnya. Trik untuk mengatasi penyakit ini adalah cobalah melakukan breakdown goal Anda yang besar ke target-target yang kecil. Perlahan, wujudkan target-target kecil tersebut. Secara psikologis, kemenangan-kemenangan kecil akan membuat Anda menjadi lebih percaya diri dan berani untuk mengambil tantangan untuk menyelesaikan goal yang lebih besar lagi.
Ketakutan Kedua – Anda Berpikir Bahwa Anda Membutuhkan Sebuah Produk Sebelum Menjualnya
Banyak yang gagal berbisnis karena baru mulai menjualnya ketika produknya sudah ada. Lebih parah lagi, ternyata produk tersebut adalah produk yang tidak diinginkan oleh pasar. Cobalah membuat prototype kecil-kecilan dan pamerkan hal tersebut pada orang lain. Tanyalah pada mereka apakah mereka mau membelinya. Anda bisa tawarkan harga khusus pre-order kepada calon pelanggan yang tertarik. Apabila respon pasar positif, Anda tinggal fokus pada pengembangan produk dan menyelesaikan pesanan pre-order tersebut.
Ketakutan Ketiga – Anda Ingin Semuanya Sempurna
Banyak sekali entrepreneur pemula yang membuang waktunya untuk fokus kepada hal yang salah. Contoh, mereka menghabiskan waktu puluhan jam untuk merevisi logo perusahaan padahal produknya sendiri malah tidak diperbaiki. Ada juga yang fokus pada pengembangan produk, ingin produknya sempurna, namun malah akhirnya tidak pernah di launching karena merasa belum sempurna. “Get things done” adalah mantra yang harus Anda praktekkan apabila ingin sukses dalam bisnis. Keluarkan saja produk yang “belum sempurna” ke pasar, lihat reaksi mereka, dan perbaiki sesuai keinginan mereka. Momentum adalah segalanya dalam bisnis
Ketakutan Nomor Empat – Saya Tidak Punya Modal dan InvestorIni adalah alasan dan ketakutan yang paling sering digunakan oleh orang untuk tidak berbisnis. Saya tahu banyak sekali entrepreneur yang memulai segalanya dari modal hutang, dan bahkan hanya dari uang pinjaman keluarga. Mereka membangun bisnis dengan semangat 45, penuh keringat dan tekat. Atasi kekurangan modal dengan berusaha keras, membangun jaringan yang akan membantu bisnis Anda, dan menjadi super kreatif untuk mengalahkan pesaing yang mungkin mempunyai modal lebih besar. Cobalah berpikir di luar zona nyaman Anda!
Ketakutan Nomor Lima – Saya Tidak Punya Pengalaman dan Gelar Sarjana di Bidang Bisnis
Anda merasa harus kuliah di bidang tertentu dulu untuk mendapatkan ilmu yang diperlukan dalam bisnis? Well, tidak sepenuhnya salah. Namun, Anda juga bisa belajar secara online untuk mendapatkan pengetahuan yang diperlukan dalam bisnis. Cobalah berbagai platform luar biasa seperti Coursera untuk belajar manajemen dan operasional, atau Codecademy untuk belajar coding. Untuk mengatasi kurangnya pengalaman dalam bisnis, bagaimana Anda bisa berpengalaman kalau belum pernah berbisnis? Cobalah mencari mentor yang tepat untuk mengatasinya. Belajarlah dari keberhasilan dan kegagalan mereka!
Sobat Studentpreneur, apalagi yang Anda takutkan untuk berbisnis? Silahkan share pengalaman dan ketakutan Anda tentang bisnis dalam fitur comment di artikel ini.
Sabtu, 05 Januari 2013
OBYEK WISATA UTAMA DI LASEM (4) GALANGAN KAPAL DASUN
Sejak
jaman kerajaan Majapahit Lasem telah menjadi salah satu pusat pembuatan kapal.
Prestasi ini terus berlangsung pada masa kerajaan Islam Demak yang memiliki
armada yang kuat. Dua kali armada Demak menyerang posisi Portugis di Malaka
dengan kekuatan sekitar 100 buah kapal lebih. Meskipun mengalami kegagalan,
namun serangan itu menunjukkan bahwa kerajaan Demak pernah memiliki armada laut
yang cukup tangguh di Asia Tenggara. Dalam hal ini sebagian kapal-kapal itu
dibuat di Lasem.
Tentang siapa pengelola dan pemilik
galangan kapal Rembang itu, pertama-tama bisa disebut nama Daniel Dupree
seorang pengusaha kayu swasta sebgaimana banyak disebut oleh H.J. de Graff.
Akan tetapi tidak diperoleh data yang menjelaskan kapan Daniel Dupree ini mulai
memimpin galangan kapal tersebut. Ketika galangan kapal miliknya dapat
dihancurkan oleh para pemberontak dari Makasar yang mendukung Trunojoyo,
glangan ini sempat dibubarkan pada tahun 1677, tetapi dibangun lagi oleh VOC
pada tahun 1679 setelah pemberontakan berhasil dipadamkan. Tidak diketahui,
apakah setelah galangan itu dibangun kembali dia masih dengan para
penggantinya, tidak diketahui sejak kapan mereka mulai dan berakhir memiliki
galangan tersebut. Pada tahun 1832 diketahui, Tuan Horning menjadi pemilik
galangan dan Tuan Browne menjadi pemborong. Kemudian pada tahun 1836, galangan
itu dimiliki oleh Tuan Perry sedangkan Browne dan Horning menjadi pemborong. Pada
tahun 1849 diketahui sebagai pemilik galangan yaitu Browne en Co, sebagai
perusahaan patungan. Selanjutnya pada tahun 1878 diketahui bahwa pemilik
galangan itu adalah sebuah firma, yang bernama Firma Nering Bogel en Dunlop.
Pembuatan
kapal di galangan kapal Rembang memang mengalami kemajuan baik dalam jumlah
kapal yang dibuat maupun teknik pembuatan yang semakin baik. Sebenarnya tentang
teknik, dan jaminan keamanan bagi kapal yang akan dibuat menempuh pada jarak
pelayaran tertentu memang berbeda-beda. Akan tetapi sarana dasar bagi kapal
kayu yang didorong oleh angin, memiliki batasan teknik yang sama. Kapal ini
tidak melebihi ukuran tertentu, jumlah kondisi, permukaan layar, dan kecepatan.
Pada tahun 1813 di galangan ini telah mampu dibuat kapal layar cepat dan kapal
meriam, di samping memproduksi kapal-kapal kecil. Meskipun demikian cepat
tidaknya pembuatan kapal sangat bergantung pada jumlah para pekerja yang
melakukan pekerjaan itu. Pada bulan September tahun 1813, dilaporkan bahwa di
galangan ini telah dilakukan pekerjaan pembuatan yang terdiri dari enam buah
kapal meriam berkapasitas 30 orang yang dibuat dengan cara: dasar didempul,
lapisan kayu lengkap menutup papan kabin, tiang dan geladak; sebuah kapal layar
berkapasitas 20 orang; delapan kapal meriam tiang rendah lengkap dan siap
dikemudikan dengan kekecualian belum dilapisi tembaga; 10 perahu berkapasitas
10 orang dengan papan pada bagian dalam, serta sebuah perahu dengan geladak
dari papan pada bagian dalam.
Pada
masa Mataram, kapal yang dibuat di galangan ini digunakan untuk kepentingan
perdagangan baik oleh pihak VOC atau para Bupati, maupun pihak swasta. Galangan
kapal Rembang ini berlokasi di muara Sungai Lasem atau tepatnya di desa Dasun.
Tidak
diketahui dengan pasti sejak kapan tradisi pembuatan kapal di Rembang mulai
berlangsung. Akan tetapi diperkirakan bahwa tradisi membuat kapal itu sudah
berlangsung sebelum abad XVI. Misalnya, ketika Demak melakukan ekspedisi
militer ke Malaka untuk mengusir Portugis, sebagian kapal yang dugunakan
dibuat dan dikirim dari Rembang. Tradisi
kemaritiman dalam hal teknologi dan industri kapal terus mengalami perubahan.
Pengaruh terbesar atas perkapalan Samudera Hindia adalah tibanya kapal-kapal Atlantik
sejak akhir abad XVI. Desain
tiang perlahan-lahan diubah sampai bentuk kapal tradisional yang lebih kuat
dihasilkan. Di berbagai galangan pembuatan kapal Asia, kapal lokal dapat meniru
model kapal Atlantik. Menurut Bernard H.M. Viekke, perkembangan kapal di
Indonesia pada akhir abad XV, juga dipengaruhi oleh bentuk-bentuk kapal dari
negara-negara Asia lain, seperti Pegu dan Birma. Hal ini terjadi karena adanya
hubungan perdagangan laut antara negara-negara di Asia yang sudah berlangsung
lama.
Pada masa Mataram Kartasura, VOC
berhasil mendirikan kantor di Demak dan Rembang yang dianggap mutlak perlu
karena kaya akan kayu, sehingga di kedua tempat itu didirikan sebuah galangan
kapal. Sejak kapan pendirian galangan kapal oleh VOC di Rembang juga tidak diketahui
dengan pasti. Akan tetapi diperkirakan antara tahun 1651 sampai 1677. Tahun
1651 merupakan tahun diadakannya perdamaian antara VOC dengan Amangkurat I,
sehingga VOC diberi ijin untuk membuka kantor di Jepara, dan tidak menutup
kemungkinan VOC telah merintis dan membuka kantor di Rembang. Salah satu alasan
utama bagi Kompeni untuk membuka loji di Jepara adalah adanya kesempatan baik
untuk membuat kapal-kapal kici (jacht) yang sangat diperlukan. Oleh karena itu
instruksi Residen pertama Dick Schouten melihat kesempatan yang baik dan
harganya pun murah, sehingga dipesan sedikitnya tiga kapal kici berukuran 70
sampai 60 last, dan kapal-kapal itu selesai dibuat pada bulan November 1651.
Sementara pada tahun 1677,
diceritakan tentang kejadian orang-orang Makasar yang sampai di kota Rembang
yang dapat menghancurkan kota Rembang serta perahu-perahu baru Kompeni di
galangan kapal milik Daniel Dupree dalam pemberontakan Trunojoyo.. Pada masa
itu, galangan kapal Rembang menjadi produsen kapal untuk memenuhi kebutuhan
kapal baik bagi Mataram maupun VOC. Pada tahun 1657, Amangkurat I memerintahkan
Tumenggung Pati untuk membuat sebuah kapal untuk Mataram dan sebuah kapal lagi
dipesan oleh Duta Makasar.
Tentang siapa pengelola dan pemilik
galangan kapal Rembang itu, pertama-tama bisa disebut nama Daniel Dupree
seorang pengusaha kayu swasta sebgaimana banyak disebut oleh H.J. de Graff.
Akan tetapi tidak diperoleh data yang menjelaskan kapan Daniel Dupree ini mulai
memimpin galangan kapal tersebut. Ketika galangan kapal miliknya dapat
dihancurkan oleh para pemberontak dari Makasar yang mendukung Trunojoyo,
glangan ini sempat dibubarkan pada tahun 1677, tetapi dibangun lagi oleh VOC
pada tahun 1679 setelah pemberontakan berhasil dipadamkan. Tidak diketahui,
apakah setelah galangan itu dibangun kembali dia masih dengan para
penggantinya, tidak diketahui sejak kapan mereka mulai dan berakhir memiliki
galangan tersebut. Pada tahun 1832 diketahui, Tuan Horning menjadi pemilik
galangan dan Tuan Browne menjadi pemborong. Kemudian pada tahun 1836, galangan
itu dimiliki oleh Tuan Perry sedangkan Browne dan Horning menjadi pemborong. Pada
tahun 1849 diketahui sebagai pemilik galangan yaitu Browne en Co, sebagai
perusahaan patungan. Selanjutnya pada tahun 1878 diketahui bahwa pemilik
galangan itu adalah sebuah firma, yang bernama Firma Nering Bogel en Dunlop.
Galangan
kapal di Rembang ini telah memberikan andil yang cukup besar bagi perkembangan
perkapalan dan pelayaran baik yang berlangsung di wilayah Rembang maupun
wilayah lain yang menggunakan jasa pembuatan kapal di Rembang. Pelabuhan
Rembang menjadi ramai antara lain juga disebabkan oleh galangan kapal ini.
Banyak kapal-kapal yang berlabuh di Pelabuhan Rembang di samping untuk
berdagang juga melakukan perbaikan terhadap kapal-kapal mereka di geladak kapal
Rembang. Dengan demikian galangan kapal di Rembang menjadi tempat pembuatan
maupun perbaikan kapal.
Pada
tanggal 3 Juli 1813, galangan kapal Rembang telah berhasil diperbaiki 20 perahu
dan 14 kapal meriam yang telah dikirim kembali ke Batavia dalam kondisi yang
baik. Kemudian pada tanggal 31 Oktober 1813 telah berhasil pula diperbaiki 30
kapal yang digunakan untuk mengangkut garam dan beras dari satu daerah ke
daerah lain. Pada bulan Oktober juga telah dikirim sebuah kapal meriam oleh
Residen Jepara ke galangan kapal Rembang untuk diperbaiki. Kapal tersebut
setelah selesai dibawa ke Banjarmasin oleh Residen Jepara untuk menumpas
pemberontak. Memang galangan kapal Rembang menjadi pusat bengkel kapal di Jawa
karena pada saat itu, galangan ini merupakan galangan yang cukup besar di
Hindia Belanda. Namin demikian bagi kapal-kapal yang rusak berat, misal lantai
kapal jebol sehingga air laut masuk, tidak bisa diperbaiki di Rembang, kecuali
diperbaiki untuk sementara saja. Perbaikan kapal yang rusak berat menelan biaya
sampai 3.000 gulden, sedangkan bagi kapal yang rusak ringan bisa mencapai 500
gulden. Kapal-kapal pemerintah yang diperbaiki di galangan kapal Rembang ini
semuanya menjadi tanggungan EIC. Pada tahun 1813, pemerintah memberikan
anggaran rutin untuk biaya pengelolaan galangan kapal Rembang ini sebesar 2.000
gulden per tahun.
Pembuatan
kapal di galangan kapal Rembang memang mengalami kemajuan baik dalam jumlah
kapal yang dibuat maupun teknik pembuatan yang semakin baik. Sebenarnya tentang
teknik, dan jaminan keamanan bagi kapal yang akan dibuat menempuh pada jarak
pelayaran tertentu memang berbeda-beda. Akan tetapi sarana dasar bagi kapal
kayu yang didorong oleh angin, memiliki batasan teknik yang sama. Kapal ini
tidak melebihi ukuran tertentu, jumlah kondisi, permukaan layar, dan kecepatan.
Pada tahun 1813 di galangan ini telah mampu dibuat kapal layar cepat dan kapal
meriam, di samping memproduksi kapal-kapal kecil. Meskipun demikian cepat
tidaknya pembuatan kapal sangat bergantung pada jumlah para pekerja yang
melakukan pekerjaan itu. Pada bulan September tahun 1813, dilaporkan bahwa di
galangan ini telah dilakukan pekerjaan pembuatan yang terdiri dari enam buah
kapal meriam berkapasitas 30 orang yang dibuat dengan cara: dasar didempul,
lapisan kayu lengkap menutup papan kabin, tiang dan geladak; sebuah kapal layar
berkapasitas 20 orang; delapan kapal meriam tiang rendah lengkap dan siap
dikemudikan dengan kekecualian belum dilapisi tembaga; 10 perahu berkapasitas
10 orang dengan papan pada bagian dalam, serta sebuah perahu dengan geladak
dari papan pada bagian dalam.
Pembuatan
kapal di Rembang baik yang dilakukan oleh perusahaan swasta maupun oleh
penduduk pribumi di distrik pantai dapat berlangsung karena didukung oleh
keberadaan hutan jati di wilayah pedalaman Rembang. Dengan demikian maju
mundurnya pembuatan kapal di Rembang sangat bergantung pada eksploitasi hutan
jati dan segala aspek yang mempengaruhinya. Ketika pada tahun 1820 terjadi
pengurangan terhadap ganti rugi pemotongan kayu jati, maka sebagai akibatnya
adalah pembuatan kapal segera mengalami kemerosotan, meskipun pembuatan kapal
oleh penduduk pribumi di distrik pantai masih bisa bertahan.
Sering
terjadi pula, ketika pembuatan kapal swasta sedang meningkat tajam, tetapi
kondisi sulit juga muncul menyertainya. Hal ini disebabkan karena hutan jati
yang kayu-kayunya dicadangkan oleh pemerintah untuk menjadi bahan baku
pembuatan kapal, sering harus dikalahkan oleh pemerintah untuk memenuhi
kebutuhan kayu jati bagi pembangunan sarana dan prasarana sosial dan
pemerintahan. Sementara itu, pemerintah itu sendiri tidak mendapatkan kayu jati
karesidenan lain sebab hutan di tempat lain tidak mampu menunjang kegiatan ini.
Dengan demikian penduduk sering mengalami kekurangan kayu, karena di samping
tidak mau menggunakan kayu lain karena kekuatan yang kurang baik, juga karena
penduduk tidak terbiasa menggunakan kayu yang melengkung yang bisa dihasilkan
hutan untuk pembuatan kapal.
Di
samping itu, residen juga memperhatikan eksploitasi hutan jati yang cukup
tinggi. Untuk itu dibuat aturan, bahwa sebagian besar penduduk kini terlibat
dalam aktivitas kehutanan dan pekerjaan yang amat berat pada saat itu karena
penduduk diminta oleh pemerintah untuk bekerja dan menyerahkan hewan pemeliharaannya
untuk menarik kayu-kayu itu dari hutan ke tempat penimbunan atau sungai-sungai
untuk dialirkan ke muara.
Pembuatan
kapal sampai tahun 1832, tetap menjadi cabang industri yang paling utama di
Rembang, terutama telah memberikan kesempatan kepada pemerintah di Rembang
selama empat tahun belakangan ini untuk segera membuat sejumlah besar kapal dan
perahu tanpa banyak menemui kesulitan dalam bidang biaya. Namun demikian
beberapa tahun menjelang tahun 1836 terjadi penurunan produksi kapal. Hal ini
disebabkan karena penebangan hutan yang kayunya digunakan untuk membuat kapal
harus diserahkan kepada pemerintah, sedang kapal yang telah dibuat tidak diberi
harga yang cukup tinggi. Sementara itu para pemborong Browne dan Horning masih
memiliki persediaan kayu dari tahun sebelumnya, sehingga bisa bertahan untuk
memenuhi kebutuhannya. Pada tahun 1849 dilaporkan bahwa galangan kapal milik
Browne berkembang dengan pesat. Pada bulan Juli 1854, Firma Browne & Co di
Dasun telah mengadakan kontrak dengan Pangkalan militer Ourust yang berisi
pemesanan sebuah geladak dorong untuk kepentingan militer di Ourust. Geladak
dorong ini harus sudah selesai dikerjakan oleh galangan kapal Browne & Co
pada akhir bulan Mei 1856.
Namun
demikian kesulitan untuk mendapatkan kayu kembali menjadi penghambat kemajuan
galangan ini pada tahun 1864. Bahkan ketika Firma Nering, Bogel dan Dunlop
dapat tetap membangun geladak kapal dan kapal-kapal lain karena dapat
mendatangkan kayu-kayu dari lain tempat meskipun dengan harga yang sangat
mahal. Rupanya Pemerintah Pusat tetap beranggapan bahwa pembangunan geladak
dorong bagi pangkalan di Ourust sangat penting dan perlu disukseskan. Untuk itu
Direktur Perkebunan di Batavia akhirnya dapat menyetujui permohonan perusahaan
Firma Nering, Bogel, en Dunlop untuk melakukan penebangan kayu jati, tetapi
hanya diijinkan menebang sebanyak 400 balok kayu jati di hutan pemerintah di
distrik Sedan dan Pamotan.
Dengan
terbatasnya kayu jati ini telah menyebabkan galangan kapal di Dasub tidak
membuath kapal untuk kepentingan swasta pada tahun 1858, kecuali untuk
kepentingan pemerintah dan mengadakan perbaikan atau pembaharuan kapal untuk
kepentingan militer laut. Meskipun produksi kapal mengalami penurunan, tetapi
di galangan ini telah mencapai suatu kemajuan dalam teknik pembuatan kapal.
Sebagai bukti kemajuan ini bisa ditunjukkan pada tahun 1854 telah berhasil
dibuat beberapa kapal uap bersilinder dengan kekuatan sebesar 30 tenaga kuda.
Bahkan proyek ini telah menghasilkan kapal tempur yang ditujukan untuk
kepentingan daerah Banjarmasin yang menurut catatan Insinyur Kepala pada proyek
pembuatan kapal itu, dibuat selama 8 bulan di galangan kapal Browne en Co di
Dasun, dimatangkan lagi selama lima bulan di Surabaya. Beberapa bukti pelayaran
menurut laporan ini, semua sesuai dengan harapan.
Di
samping masalah kesulitan mendapatkan kayu jati, bertambahnya kapal uap di
Hindia Belanda juga berpengaruh terhadap perkembangan galangan kapal di Rembang
ini. Pada tahun 1880 kemerosotan ini sangat dirasakan. Akibat situasi ini
galangan kapal Rembang pada tahun 1883 hanya memberikan sedikit kemajuan
sehingga suatu tinjauan tentang aktivitasnya tidak banyak diberikan. Pada tahun
1885 galangan ini tidak banyak mengalami perkembangan, dan pada tahun 1889
pembuatan kapal besar tidak ditekuni lagi karena kekurangan modal kerja dan
pekerjaan.
Selanjutnya,
tentang perkembangan produksi serta perbaikan kapal di galangan kapal desa
Dasun ini dari tahun ke tahun cukup bervariasi. Pada tahun 1832 galangan kapal
ini membuat semua jenis perahu untuk pesanan orang-orang Eropa dan perahu
angkut barang. Pada tahun itu dilaporkan telah dibuat empat buah kapal. Empat
buah kapal pemerintah telah diselesaikan lagi pada tahun 1834 sementara
pembuatan kapal bagi kepentingan swasta, meskipun terus berjalan tetapi semakin
sulit karena mahalnya harga kayu jati yang terjadi pada tahun 1829. Akan tetapi
para pemborong masih banyak memiliki persediaan yang cukup besar dari kayu
sebelumnya, sehingga mereka masih bisa membuat perahu. Beberapa perahu dan
kapal “Maria Freberica” dibuat. Di samping itu, empat kapal sipil pemerintah
telah dibuat dan diselesaikan pada bulan November 1835. Kapal tersebut kemudian
dikirim ke Surabaya. Kemudian pada tahun 1936 diselesaikan tujuh perahu yang
terdiri dari lima buah kapal layar, sebuah kapal cepat, dan satu “kotler”.
Selanjutnya pada tahun 1839 berhasil diselesaikan dua buah kapal layar “tiang
dua” dan sebuah kapal layar cepat. Sementara pada tahun 1840, telah dibuat satu
kapal uap, tiga kapal layar “tiang tiga”, tiga kapal layar cepat, tiga perahu
angkut, satu perahu pancalang. Pada tahun 1852 telah diselesaikan enam kapal
pesanan pemerintah yang difungsikan sebagai kapal pengawas. Empat tahun setelah
itu, telah dihasilkan delapan kapal pengawas, dua kapal “sloep”, dua kapal angkut,
dua “loods boot”. Pada tahun 1857 telah diselesaikan pembuatan dua kapal tempur
yang dilapisi dengan tembaga dan sebuah kapal layar cepat atas biaya swasta.
Kecuali itu berbagai perahu mengalami banyak perbaikan di galangan Dasun ini.
Kemudian pada tahun 1858, di samping mengadakan perbaikan dan pembaharuan
geladak dorong untuk pangkalan militer di Ourust, telah diselesaikan pula tiga
kapal pengawas, tujuh kapal dayung, lima kapal angkut, sebuah kapal cepat dan
dua perahu mayang. Selanjutnya pada tahun 1865 telah dihasilkan enam buah kapal
cepat. Kemerosotan terjadi sejak tahun 1870, karena terjadinya penutupan hutan
jati di beberapa distrik, sehingga harga kayu jati mengalami peningkatan tajam.
Pada tahun 1880 diperoleh informasi bahwa galangan kapal Dasun hanya
memproduksi sabuah perahu dan dua kapal sungai, suatu produk yang tidak berarti
bagi pabrik kapal yang relatif besar dan tersohor itu. Tampaknya pada tahun
1886 galangan kapal ini tidak memperoleh pekerjaan pembuatan kapal baik dari
pemerintah maupun swasta, sehingga hanya membuat dan memperbaiki perahu-perahu
kecil saja. Untuk lebih jelasnya, produksi kapal dari galangan kapal di Dasun
ini dapat dilihat pada tanel berikut:
Perkembangan
Produksi kapal dan Galangan Kapal di Dasun Rembang pada tahun 1832 – 1880
Tahun Jumlah Kapal
1832 4
1834 4
1835 5
1836 7
1839 4
1840 11
1852 6
1856 14
1857 3
1858 18
1865 6
1880 3
Sumber
: Diolah dari AVRR dan K.V. dari
berbagai tahun.
Rabu, 31 Oktober 2012
Sekolah Terbesar di Dunia Berikan Siswa India Pelajaran Hidup
Hari pertama di kelas untuk setiap murid baru bisa menjadi pengalaman yang luar
biasa. Coba bayangkan rasanya belajar sebagai salah satu dari 40.000 murid yang
masuk di sekolah terbesar di dunia.
Penghargaan Guinness World Records terbaru dianugerahkan kepada City Montessori School di kota Lucknow, India dengan 39.437 siswa yang terdaftar pada tahun akademik 2010-2011.
Pihak sekolah mengatakan, jumlah pendaftaran telah meningkat di atas 45.000. Sekolah itu memiliki 2.500 guru, 3.700 komputer, 1.000 ruang kelas dan salah satu dari sebelas tim kriket yang paling tangguh.
City Montessori School dibuka oleh Jagdish Gandhi dan istrinya Bharti pada 1959 dengan pinjaman 300 rupee (setara Rp58.000 pada saat ini) dan hanya memiliki lima orang siswa.
Kini sekolah tersebut telah berkembang hingga lebih dari 20 lokasi di Lucknow, ibu kota negara bagian Uttar Pradesh, dan terkenal dengan hasil ujian dan program pertukaran internasional.
"Pertumbuhan fenomenal sekolah kami adalah refleksi dari upaya kami untuk menyenangkan orangtua melalui layanan terhadap anak-anak mereka," kata Gandhi, 75 tahun, yang masih menjabat dalam manajemen sekolah.
"Siswa kami memiliki hasil akademis yang luar biasa setiap tahun dan mendapatkan perhatian global yang luar biasa. Mendapatkan rekor Guinness sangat membesarkan hati kami, tapi ini bukan segalanya," katanya kepada AFP.
Para murid, yang berusia antara 3-17 tahun, semuanya berseragam dan masing-masing kelas menampung sekitar 45 murid, namun seluruh siswa di sekolah tidak pernah dikumpulkan secara bersama karena tidak ada tempat yang cukup besar untuk menampung mereka.
CMS, yang tidak menerima dana dari pemerintah, membebani biaya 1.000 rupee (sekitar Rp180 ribu) per bulan untuk biaya murid yang lebih muda, dan 2.500 rupee (sekitar Rp450 ribu) per bulan untuk senior.
"Dalam sekolah yang besar seperti itu, ada banyak keuntungan, salah satunya adalah Anda bisa berkenalan dengan banyak teman di seluruh lokasi sekolah yang kami miliki," kata Ritika Ghosh (14), yang telah bersekolah di CMS selama dua tahun kepada AFP.
"Tapi karena sekolah begitu besar, maka dibutuhkan banyak upaya untuk bisa mendapatkan perhatian. Jadi Anda hanya merupakan salah satu dari ribuan siswa yang belajar.
"Pasti Ada lebih banyak tantangan dan kompetisi, yang pada akhirnya mempersiapkan kita untuk kehidupan nyata."
Seorang siswa bernama Tanmay Tiwari (16) mengatakan bahwa ukuran sekolahnya yang besar membuatnya lebih percaya diri.
"Aku dulu sangat pemalu tapi sekolah telah memberi saya kepercayaan diri," katanya kepada AFP. "Sekarang saya masuk dalam tim perguruan tinggi dan ikut berdebat dalam kompetisi nasional."
Ukuran sekolah dibandingkan hanya dengan ambisi idealisnya, para siswa diajarkan tentang filosofi perdamaian universal dan globalisme di bawah moto "Jai Jagat" (Kemenangan untuk Dunia).
Dengan para siswa yang berada di bawah tekanan sengit untuk mendapatkan hasil ujian yang baik, olahraga tidak selalu menjadi prioritas utama, namun pelatih kriket Raju Singh Chauhan mengatakan bahwa ia menganggap pemilihan tim masih rumit.
"Untuk mendapatkan murid berbakat olahraga di antara 45.000 lebih siswa akan menjadi masalah besar," katanya.
"Untuk alasan ini kami mengadakan kompetisi antarcabang untuk menggali bakat anak-anak yang terbaik dan akhirnya kami mendapatkan gambaran yang lebih besar dan sebelas orang dari kami yang terbaik untuk masuk dalam tim."
CMS pertama kali memegang gelar sebagai sekolah terbesar di dunia pada 2005, ketika memiliki 29.212 siswa, mengalahkan pemegang rekor sebelumnya, Rizal High School di Manila, Filipina, yang memiliki 19.738 siswa.
Para alumni sekolah tersebut meliputi Ushhan Gundevia, seorang bankir eksekutif di Goldman Sachs, dan Prakash Gupta, seorang diplomat senior PBB di New York, serta sarjana Harvard dan beberapa ahli bedah terkemuka serta ilmuwan.
"Sekolah merupakan inspirasi tidak hanya bagi siswa, tetapi juga untuk siapa saja, di mana saja yang ingin membuat perbedaan positif," kata Craig Glenday, editor Guinness World Records, kepada AFP dari London.
"Sekolah mengerti betul bahwa mengajar adalah profesi yang paling suci, dan dari asal-usul sederhana tersebut hingga menjadi yang terbesar, serta salah satu lembaga pendidikan yang paling dihormati di dunia, itu adalah cerita yang benar-benar menginspirasi dan menakjubkan."
Penghargaan Guinness World Records terbaru dianugerahkan kepada City Montessori School di kota Lucknow, India dengan 39.437 siswa yang terdaftar pada tahun akademik 2010-2011.
Pihak sekolah mengatakan, jumlah pendaftaran telah meningkat di atas 45.000. Sekolah itu memiliki 2.500 guru, 3.700 komputer, 1.000 ruang kelas dan salah satu dari sebelas tim kriket yang paling tangguh.
City Montessori School dibuka oleh Jagdish Gandhi dan istrinya Bharti pada 1959 dengan pinjaman 300 rupee (setara Rp58.000 pada saat ini) dan hanya memiliki lima orang siswa.
Kini sekolah tersebut telah berkembang hingga lebih dari 20 lokasi di Lucknow, ibu kota negara bagian Uttar Pradesh, dan terkenal dengan hasil ujian dan program pertukaran internasional.
"Pertumbuhan fenomenal sekolah kami adalah refleksi dari upaya kami untuk menyenangkan orangtua melalui layanan terhadap anak-anak mereka," kata Gandhi, 75 tahun, yang masih menjabat dalam manajemen sekolah.
"Siswa kami memiliki hasil akademis yang luar biasa setiap tahun dan mendapatkan perhatian global yang luar biasa. Mendapatkan rekor Guinness sangat membesarkan hati kami, tapi ini bukan segalanya," katanya kepada AFP.
Para murid, yang berusia antara 3-17 tahun, semuanya berseragam dan masing-masing kelas menampung sekitar 45 murid, namun seluruh siswa di sekolah tidak pernah dikumpulkan secara bersama karena tidak ada tempat yang cukup besar untuk menampung mereka.
CMS, yang tidak menerima dana dari pemerintah, membebani biaya 1.000 rupee (sekitar Rp180 ribu) per bulan untuk biaya murid yang lebih muda, dan 2.500 rupee (sekitar Rp450 ribu) per bulan untuk senior.
"Dalam sekolah yang besar seperti itu, ada banyak keuntungan, salah satunya adalah Anda bisa berkenalan dengan banyak teman di seluruh lokasi sekolah yang kami miliki," kata Ritika Ghosh (14), yang telah bersekolah di CMS selama dua tahun kepada AFP.
"Tapi karena sekolah begitu besar, maka dibutuhkan banyak upaya untuk bisa mendapatkan perhatian. Jadi Anda hanya merupakan salah satu dari ribuan siswa yang belajar.
"Pasti Ada lebih banyak tantangan dan kompetisi, yang pada akhirnya mempersiapkan kita untuk kehidupan nyata."
Seorang siswa bernama Tanmay Tiwari (16) mengatakan bahwa ukuran sekolahnya yang besar membuatnya lebih percaya diri.
"Aku dulu sangat pemalu tapi sekolah telah memberi saya kepercayaan diri," katanya kepada AFP. "Sekarang saya masuk dalam tim perguruan tinggi dan ikut berdebat dalam kompetisi nasional."
Ukuran sekolah dibandingkan hanya dengan ambisi idealisnya, para siswa diajarkan tentang filosofi perdamaian universal dan globalisme di bawah moto "Jai Jagat" (Kemenangan untuk Dunia).
Dengan para siswa yang berada di bawah tekanan sengit untuk mendapatkan hasil ujian yang baik, olahraga tidak selalu menjadi prioritas utama, namun pelatih kriket Raju Singh Chauhan mengatakan bahwa ia menganggap pemilihan tim masih rumit.
"Untuk mendapatkan murid berbakat olahraga di antara 45.000 lebih siswa akan menjadi masalah besar," katanya.
"Untuk alasan ini kami mengadakan kompetisi antarcabang untuk menggali bakat anak-anak yang terbaik dan akhirnya kami mendapatkan gambaran yang lebih besar dan sebelas orang dari kami yang terbaik untuk masuk dalam tim."
CMS pertama kali memegang gelar sebagai sekolah terbesar di dunia pada 2005, ketika memiliki 29.212 siswa, mengalahkan pemegang rekor sebelumnya, Rizal High School di Manila, Filipina, yang memiliki 19.738 siswa.
Para alumni sekolah tersebut meliputi Ushhan Gundevia, seorang bankir eksekutif di Goldman Sachs, dan Prakash Gupta, seorang diplomat senior PBB di New York, serta sarjana Harvard dan beberapa ahli bedah terkemuka serta ilmuwan.
"Sekolah merupakan inspirasi tidak hanya bagi siswa, tetapi juga untuk siapa saja, di mana saja yang ingin membuat perbedaan positif," kata Craig Glenday, editor Guinness World Records, kepada AFP dari London.
"Sekolah mengerti betul bahwa mengajar adalah profesi yang paling suci, dan dari asal-usul sederhana tersebut hingga menjadi yang terbesar, serta salah satu lembaga pendidikan yang paling dihormati di dunia, itu adalah cerita yang benar-benar menginspirasi dan menakjubkan."
(Sumber: Oleh Yahoo! News
| AFP , Sagarika
Dubey | AFP)
568 Orang Meninggal Akibat HIV/AIDS di Jateng
Jumlah Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) yang meninggal di Jawa Tengah sudah
mencapai 568 orang atau 10,91 persen dari data penderita 5.206 orang. Jumlah
itu menempatkan provinsi ini di urutan ke enam terbanyak di Indonesia.
Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Magelang, Drs H Asfuri Muhsis MSi, menyebutkan, yang terinfeksi HIV (Human immunodeficiency virus) 2.646 orang. “Yang menderita AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome) 1.992 orang,” katanya, Senin (18/6), dalam sosialisasi warga peduli AIDS (WPA).
Menurut dia, jumlah kasus HIV/AIDS di Kabupaten Magelang, sampai April 2012, terdapat 24 kasus. Rinciannya, 15 positif terinfeksi HIV, Sembilan kasus AIDS dan meninggal sembilan orang (37,5 persen). Menurut dia, dari berbagai peristiwa penularan HIV/AIDS berkaitan dengan perilaku yang menyimpang.
Karena itu program kegiatan KPA Kabupaten Magelang lebih diarahkan pada upaya pencegahannya. (Tuhu Prihantoro / CN26 / JBSM)
Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Magelang, Drs H Asfuri Muhsis MSi, menyebutkan, yang terinfeksi HIV (Human immunodeficiency virus) 2.646 orang. “Yang menderita AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome) 1.992 orang,” katanya, Senin (18/6), dalam sosialisasi warga peduli AIDS (WPA).
Menurut dia, jumlah kasus HIV/AIDS di Kabupaten Magelang, sampai April 2012, terdapat 24 kasus. Rinciannya, 15 positif terinfeksi HIV, Sembilan kasus AIDS dan meninggal sembilan orang (37,5 persen). Menurut dia, dari berbagai peristiwa penularan HIV/AIDS berkaitan dengan perilaku yang menyimpang.
Karena itu program kegiatan KPA Kabupaten Magelang lebih diarahkan pada upaya pencegahannya. (Tuhu Prihantoro / CN26 / JBSM)
(Sumber: suaramerdeka.com, 18 Juni 2012)
Penderita HIV/AIDS di Rembang Bertambah
Dinas
Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rembang menemukan enam penderita HIV/AIDS baru di
wilayah kabupaten itu. Kepala Dinkes Rembang, Sutedjo menyebutkan, enam
penderita baru itu masing-masing dua laki-laki, empat lainnya berjenis kelamin
perempuan.
Dengan penambahan itu, total penderita penyakit yang menyerang kekebalan tubuh manusia sejak tahun 2004 mencapai 103 penderita. Dari jumlah itu, sebanyak 56 penderita di antaranya berjenis kelamin laki-laki, sisanya sebanyak 47 penderita adalah perempuan.
Dinkes mencatat, sebanyak 65 penderita diketahui telah meninggal. "Sejak pendataan terakhir pada akhir 2011 hingga Februari 2012, diketahui sebanyak 19 penderita HIV/AIDS di Kabupaten Rembang telah meninggal," jelasnya, Senin (5/3).
Terus bertambahnya penderita HIV/AIDS di Kabupaten Rembang cukup memprihatinkan. Apalagi sebagian menyerang ibu rumah tangga dan anak-anak. Di luar jumlah itu, diperkirakan penderita HIV/AIDS bisa terus bertambah.
"Penderita biasanya tidak menyadari penyakitnya. Jika pun telah tahu, biasanya cenderung menutup diri dan malu memeriksakan kondisi kesehatannya," terangnya.
Agar penderita HIV/AIDS tak semakin dikucilkan, Sutedjo menyebutkan, Dinkes telah mengedarkan surat imbauan kepada seluruh camat di Kabupaten Rembang agar menyosialisasikan upaya pengendalian HIV/AIDS di wilayahnya.
Pihaknya pun terus menyosialisasikan rumus ABCDE untuk menekan kemungkinan bertambahnya jumlah penderita. Sutedjo menjelaskan, penularan penyakit ini bisa dicegah dengan rumus A yakni abstain, atau tidak melakukan hubungan seks bebas, kemudian B atau be faithful yakni setia pada pasangan.
Rumus C yakni cegah dengan menggunakan kondom. Sementara D yakni dihindari penggunaan jarum suntik secara bersama-sama. "Yang terakhir yakni E, yakni edukasi dengan mengajarkan dan mengajak warga masyarakat untuk hidup sehat dan tidak melanggar normal agama," jelasnya. (Saiful Annas / CN31 / JBSM)
Dengan penambahan itu, total penderita penyakit yang menyerang kekebalan tubuh manusia sejak tahun 2004 mencapai 103 penderita. Dari jumlah itu, sebanyak 56 penderita di antaranya berjenis kelamin laki-laki, sisanya sebanyak 47 penderita adalah perempuan.
Dinkes mencatat, sebanyak 65 penderita diketahui telah meninggal. "Sejak pendataan terakhir pada akhir 2011 hingga Februari 2012, diketahui sebanyak 19 penderita HIV/AIDS di Kabupaten Rembang telah meninggal," jelasnya, Senin (5/3).
Terus bertambahnya penderita HIV/AIDS di Kabupaten Rembang cukup memprihatinkan. Apalagi sebagian menyerang ibu rumah tangga dan anak-anak. Di luar jumlah itu, diperkirakan penderita HIV/AIDS bisa terus bertambah.
"Penderita biasanya tidak menyadari penyakitnya. Jika pun telah tahu, biasanya cenderung menutup diri dan malu memeriksakan kondisi kesehatannya," terangnya.
Agar penderita HIV/AIDS tak semakin dikucilkan, Sutedjo menyebutkan, Dinkes telah mengedarkan surat imbauan kepada seluruh camat di Kabupaten Rembang agar menyosialisasikan upaya pengendalian HIV/AIDS di wilayahnya.
Pihaknya pun terus menyosialisasikan rumus ABCDE untuk menekan kemungkinan bertambahnya jumlah penderita. Sutedjo menjelaskan, penularan penyakit ini bisa dicegah dengan rumus A yakni abstain, atau tidak melakukan hubungan seks bebas, kemudian B atau be faithful yakni setia pada pasangan.
Rumus C yakni cegah dengan menggunakan kondom. Sementara D yakni dihindari penggunaan jarum suntik secara bersama-sama. "Yang terakhir yakni E, yakni edukasi dengan mengajarkan dan mengajak warga masyarakat untuk hidup sehat dan tidak melanggar normal agama," jelasnya. (Saiful Annas / CN31 / JBSM)
(Sumber: suaramerdeka.com, 05 Maret 2012)
Astronom Temukan Planet dengan Empat Matahari
Sebuah tim astronom amatir dan profesional internasional
menemukan sebuah planet yang langitnya diterangi oleh empat matahari - kasus
pertama yang diketahui dari fenomena semacam itu.
Planet yang terletak sekitar 5.000 tahun cahaya dari Bumi itu dijuluki PH1 untuk menghormati Planet Hunters, sebuah program yang dipimpin oleh Yale University di Amerika Serikat, yang menggabungkan para relawan untuk mencari tanda-tanda planet baru.
PH1 mengorbitkan dua matahari dan sebaliknya diorbitkan oleh sepasang bintang yang jauh jaraknya. Hanya enam planet yang diketahui mengorbitkan dua bintang, kata beberapa peneliti, dan tidak ada satupun dari bintang-bintang itu diorbitkan oleh bintang-bintang jauh lainnya.
“Planet yang mengelililngi dua bintang adalah formasi planet yang ekstrem,” kata Meg Schwamb dari Yale, penulis utama sebuah makalah yang dipresentasikan pada Senin dalam pertemuan tahunan Division for Planetary Sciences of the American Astronomical Society (DPSAAS) di Nevada.
“Penemuan atas sistem ini memaksa kita untuk kembali menggambarkan pemahaman bagaiamana planet itu dapat terbentuk dan berkembang dalam lingkungan yang penuh dengan tantangan dan dinamis tersebut.”
Ilmuwan asal Amerika dan partisipan Planet Hunters, Kian Jek dan Robert Gagliano adalah yang pertama kalinya mengidentifikasi PH1. Pengamatan mereka kemudian dikonfirmasi oleh sebuah tim peneliti Amerika dan Inggris yang bekerja di Hawaii.
PH1 adalah sebuah raksasa gas dengan radius sekitar 6,2 kali Bumi, membuatnya sedikit lebih besar daripada Neptunus. Planet tersebut mengorbitkan sepasang bintang yang massanya 1,5 dan 0,41 kali dari Matahari kira-kira setiap 138 hari sekali.
Dua bintang lainnya mengorbitkan sistem planet pada jarak kira-kira 1.000 kali jarak antara Bumi dan Matahari.
Situs Planethunters.org yang diciptakan pada 2010 ditujukan untuk mendorong para astronom amatir untuk mengidentifikasi planet-planet di luar sistem tata surya kita, menggunakan data dari teleskop ruang angkasa Kepler badan antariksa Amerika, NASA.
Kepler, yang diluncurkan pada Maret 2009, merupakan misi pertama NASA dalam pencarian planet-planet seperti Bumi yang mengorbitkan bintang yang mirip dengan Matahari kita.
Penemuan PH1 dipublikasikan secara online pada Senin di situs arxiv.org dan diserahkan kepada Astrophysical Journal untuk publikasinya.
Pekan lalu, para ilmuwan melaporkan penemuan “planet berlian” yang ukurannya dua kali ukuran bumi dan mengorbitkan sebuah bintang mirip Matahari.
Sampai dengan sepertiga massa planet dan sebagian besar permukaannya diyakini terdiri dari berlian, menyiratkan bahwa planet berbatu yang jauh tersebut tidak dapat lagi diasumsikan memiliki fitur yang sama seperti Bumi. (kn/ik)
(Sumber: Nevada (AFP/ANTARA)
Sabtu, 29 September 2012
OBYEK WISATA UTAMA DI LASEM (3) KOMPLEKS MAKAM RADEN PANJI MARGONO
Makam Raden Panji
(R.P.) Margono terletak di desa Dorokandang, Kecamatan Lasem. Di kompleks
pemakaman ini dimakamkan pula seorang tokoh yang bernama Ki Moersodo dan
istrinya yang menurut cerita merupakan pengawal R.P.Margono. Menurut cerita
dalam kitab Sabda Badra Santi R.P.Margono adalah seorang putra tertua dari
Adipati Lasem Pangeran Tejokusumo V. Sebagaimana ayahnya ia memiliki sikap
tidak senang kepada Sunan Pakubuwono I yang berpihak kepada Kompeni Belanda. Oleh
karena itu ketika ayahnya wafat ia tidak mau menjadi adipati Lasem. Ia tidak
senang menjadi pejabat tetapi lebih memilih sebagai orang kebanyakan yaitu
sebagai petani dan berdagang dengan orang-orang Cina di Lasem dan sekitarnya.
Dengan sikap dasar
seperti inilah ketika terjadi pengungsian besar-besaran orang-orang Cina dari
Belanda ke Lasem pada tahun 1741 ia membantu pimpinan orang Cina di Lasem yang
bernama Tumenggung Widyaningrat (Oei Ing Kiat) untuk membantu para pengungsi
Cina dari Batavia. Dengan tokoh Cina inilah R.P.Margono mengorganisir rencana
untuk melakukan perlawanan terhadap Kompeni bersama orang-orang Cina di Lasem.
Rencana perlawanan ini juga dibantu seorang juragan Cina yang kaya yaitu Tan Ki
Wie. Bahkan R.P.Margono ini dalam melakukan perlawanan terhadap Kompeni dengan
menyamar sebagai orang Cina dengan nama Tan Pan Ciang. Akhirnya dengan
kerjasama yang baik antara laskar Cina dengan orang-orang pribumi, mereka bisa
menghancurkan tangsi Kompeni di Rembang pada tanggal 21 Juli 1741. Namun
demikian setelah mendapatkan bantuan tentara dan persenjataan lengkap dari
Semarang akhirnya perlawanan ini dapat dikalahkan oleh Belanda.
OBYEK WISATA UTAMA DI LASEM (2) KOMPLEKS MAKAM NYAI AGENG MALOKO
Menurut cerita yang
berkembang di masyarakat, Nyai Ageng Maloko merupakan anak pertama dari Sunan
Ampel. Nama aslinya adalah Siti Syari’ah. Ia memiliki taga adik yaitu Sunan
Bonang, Sunan Drajat dan Nyai Ageng Manila (istri Sunan Kalijaga). Tidak
berbeda dengan saudara-saudara laki-lakinya, Nyai Ageng Maloko sebagai
keturunan ulama besar Islam juga merupakan seorang mubalighot Islam yang
terkenal. Ia memiliki semangat juang yang tinggi untuk menyebarkan Islam
terutama di kalangan perempuan. Mula-mula ia ikut menyebarkan Islan di daerah
Ampel Denta (Gresik) bersama orang tuanya. Oleh orang tuanya ia dikawinkan
dengan salah satu muridnya yang bernama Wiranagara yang merupakan anak Adipati
Lasem yang bernama Wirabajra. Pada waktu Adipati Wiranegara (Hindhu-Budha)
melamar Siti Syari’ah ada tiga syarat yang harus dipenuhi oleh Adipati, yaitu :
1. Pangeran.
Wiranegara harus bisa membaca syahadad (msuk Islam)
2. Dia (sang Putri)
harus tetap diijinkan mengajar ngaji bagi kaumnya
3. Dibuatkan tempat
khusus untuk mengajar (mengaji dan membuat kain tenun bagi kaumnya) di tepi
pantai.
Atas persyaratan
itu, maka didirikanlah sebuah tempat pendidikan Islam bagi kaum perempuan di
wilayah desa yang diberi nama gedung Mulyo di dukuh Caruban. Setelah menjadi
istri Adipati Wiranegara namanya diubah menjadi Siti Malochah (dialek jawa
menjadi Maloko). Masyarakat sekitar menyebut Nyai Ageng Maloko.
Ketika Adipati
Wirabjra meninggal, maka Wiranegara segera pulang ke Lasem untuk menggantikan
kedudukan ayahnya sebagai adipati di Lasem. Pada saat pemerintahannya, pusat
kadipaten dipindahkan ke Binangun. Ia menjabat pemerintahan Lasem selama 5
tahun. Ia meninggal tahun 1479. Oleh karena putranya masih sangat kecil (yaitu
seorang putri yang bernama Sholikhah
sedangkan anak yang ke-dua meninggal dunia), maka pemerintahan Lasem dipegang
oleh Nyai Ageng Maloko sendiri yang pda waktu itu usianya masih 28 tahun.
Pada tahun 1480
ibukota kadipaten dipindahkan lagi ke Lasem oleh Nyai Ageng Maloko. Pusat
pemerintahannya berada di kawasan Caruban dekat dengan kediaman Pangran Santi
Puspo yang menduduki jabatan semacam laksamana yang waktu itu dipercaya
dikasihi oleh Dewi Laut. Pangeran Santi Puspo juga masih memiliki hubungan
kerabat dengan suami Nyai Ageng Maloko sehingga mereka memiliki hubungan yang
akrab. Sementara itu setelah putri Solikhah dewasa ia diperistri oleh Arya Jin
Bun yang kemudian menjadi Sultan Demak. Selama pemerintahannya Nyai Ageng
Maloko membangun sebuah gedung dan taman yang diceritakan dekat dengan tempat
pemujaan Sang Hyang Baruna (Dewa Laut) yang diberi nama Taman Sitaresmi yang
untuk masa selanjutnya juga disebut Taman Caruban. Nyai Ageng Maloko meninggal
pada usia 39 yahun. Setelah itu kedudukan adipati digantikan oleh Pangeran
Santi Puspo dan didampingi oleh adiknya yang bernama Santiyogo. Menurut cerita
juru kunci makam Nyai Ageng Maloko, Pangeran Santiyogo inilah yang disebut
sebagai Sayid Abubakar atau Sunan Kajoran yang menggantikan kedudukan Nyai
Ageng Maloko sebagai Adipati Lasem. Setelah meninggal, Nyai Ageng Maloko
dimakamkan di Caruban (yang termasuk dalam wilayah desa Gedungmulyo, Kecamatan
Lasem). Makam Nyai Ageng Maloko berada dalam sebuah cungkup yang terdapat pada
bagian yang paling utara dari kompleks pekuburan. Bangunan cungkup dibuat
dengan menggunakan batu bata merah. Namun demikian saat ini tembok batu bata
tersebut sudah dilepa dengan semen. Cungkup ini dibangun lebih tinggi daripada
makam-makam disekitarnya. Di dalam cungkup ini hanya terdapat satu makam yaitu
makam Nyai Ageng Maloko. Jirat dan nisan makam ini tampaknya bukan aslinya
tetapi sudah diperbarui.
Menurut penuturan
juru kunci Nyai Ageng Maloko, di daerah Lasem (dusun Caruban) inilah dia
membuka pesantren putri yang tidak hanya diperintukkan bagi masyarakat Lasem
tetapi juga santriwati yang berasal dari luar daerah seperti putri Sunan Muria
(Komariah), putri Sunan Kudus (Sundariah), dan bahkan ada santriwati dari
Minangkabau. Seperti diketahui bahwa Sultan Mahmud dari Minangkabau adalah
murid dari Sunan Bonang. Ketika ia pulang ke Minangkabau ia mengajak
wanita-wanita Minangkabau untuk belajar di pesantren Maloko, sehingga pesantren
ini bertambah ramai.
Di luar cungkup ini
terdapat banyak makam dengan nisan kuno yang sesuai dengan nisan yang terdapat
di makam Sayid Abubakar. Selain itu juga bisa ditemukan berbagai macam
peninggalan pra Islam seperti beberapa buah lingga dan benda-benda purbakala
lainnya. Kompleks makam Nyai geng Maloko ini juga dikelilingi oleh pagar yang
aslinya berupa batu bata merah kuno meskipun sayang sekali sekarang sudah
dipugar dan dilepo dengan semen sehingga tidak menampakkan keasliannya. Di luar
pagar kompleks makam Nyai Ageng Maloko terdapat pekuburan umum yang mungkin
sesuai dengan nisan-nisan yang ada di dalam tembok keliling.
Sabtu, 22 September 2012
OBYEK WISATA UTAMA DI LASEM (1) MAKAM SAYID ABU BAKAR (SANTI PUSPO)
Di
kalangan masyarakat setempat Sayid Abu Bakar dikenal juga sebagai Mbah Santi
Puspo atau Mbah Imam. Ia dipercaya oleh masyarakat setempat sebagai salah satu
penyebar Islam yang yang tertua di daerah Lasem dan sekitarnya. Di daerah itu,
Sayid AbuBajar menyebarkan agama Islam bersama dengan murid-muridnya. Ia
Mendirikan pesantren di kawasaan dususn Caruban yang dikelililingi oleh
perkanpungan penduduk. Dusun ini letaknya tidak jauh dari pantai, yaitu sekitar
200 meter saja. Berdasarkan penelituian archeologi situs Caruban merupakan
salah satu situs tertua sebagai perkampungan pada masa awal kota lasem.
Setelah meninggal, Sayid Abubakar dimakamkan didusun Caruban, desa Gedongmulyo, kecamatan Lasem bersama dengan para santrinya. Bahkan pada saat ini kompleks makam itu juga digunakan oleh penduduk sebagai tempat pemakaman umum. Makam Sayid Abubakar berada di dalam bangunan cungkup sederhana yang aslinya terbuat dari bata merah yang kemungkinan berasal dari sekitar abad XV. Sementara itu serambi cungkup tampaknya merupakan bangunan baru yang berfungsi untuk ruang tunggu para peziarah. Jirat makam ini masih relatif baru karena sudah berbahan semen. Menurut keterangan yang ada memang aslinya makam ini tidak berjirat. Adapun nisan makam ini masih sli yaitu nisan yang berbentuk kurawal berhiaskan motif sulur-sulur dan berbahan batu karang. Di sebelah timur batu cungkup terdapat batu bata yang berserakan dan bekas pondasi persegi panjang keliling. Kemungkinan sisa-sisa pondasi dan batu bata tersebut merupakan tembok keliling makam yang sudah lapuk dimakan usia. Namun demikian ada yang mengatakan bahwa serakan batu bata dan fondasi tersebut merupakan bekas candi pra-Islam yang sudah rusak. Belum jelas apakah bekas candi itu candi itu kemudian difungsikan sebagai mushola bagi orang islam atau dibiarkan begitu saja. Aneh sekali bahwa tanah yang berada di dalam di sebelah timur makam Sayid Abubakar ini lebih tinggi posisinya dibandingkan dengan letak makam itu sendiri. Sebelum mencapai pintu masuk cungkup makam ini terdapat sumur tua yang diyakini sebagai sumur peninggalan Sayid Abubakar.
Setelah meninggal, Sayid Abubakar dimakamkan didusun Caruban, desa Gedongmulyo, kecamatan Lasem bersama dengan para santrinya. Bahkan pada saat ini kompleks makam itu juga digunakan oleh penduduk sebagai tempat pemakaman umum. Makam Sayid Abubakar berada di dalam bangunan cungkup sederhana yang aslinya terbuat dari bata merah yang kemungkinan berasal dari sekitar abad XV. Sementara itu serambi cungkup tampaknya merupakan bangunan baru yang berfungsi untuk ruang tunggu para peziarah. Jirat makam ini masih relatif baru karena sudah berbahan semen. Menurut keterangan yang ada memang aslinya makam ini tidak berjirat. Adapun nisan makam ini masih sli yaitu nisan yang berbentuk kurawal berhiaskan motif sulur-sulur dan berbahan batu karang. Di sebelah timur batu cungkup terdapat batu bata yang berserakan dan bekas pondasi persegi panjang keliling. Kemungkinan sisa-sisa pondasi dan batu bata tersebut merupakan tembok keliling makam yang sudah lapuk dimakan usia. Namun demikian ada yang mengatakan bahwa serakan batu bata dan fondasi tersebut merupakan bekas candi pra-Islam yang sudah rusak. Belum jelas apakah bekas candi itu candi itu kemudian difungsikan sebagai mushola bagi orang islam atau dibiarkan begitu saja. Aneh sekali bahwa tanah yang berada di dalam di sebelah timur makam Sayid Abubakar ini lebih tinggi posisinya dibandingkan dengan letak makam itu sendiri. Sebelum mencapai pintu masuk cungkup makam ini terdapat sumur tua yang diyakini sebagai sumur peninggalan Sayid Abubakar.
Rabu, 05 September 2012
OBYEK WISTA UTAMA REMBANG (6) KOMPLEKS TAMAN REKREASI PANTAI KARTINI
Taman Rekreasi
Pantai Kartini (TRPK) sebetulnya sudah dikenal masyarakat Rembang dan
sekitarnya sejak jaman penjajahan Belanda. Pada jaman Kolonial Belanda, di
samping digunakan sebagai tempat rekreasi, TRPK juga digunakan untuk
kepentingan lain yaitu untuk melakukan pengawasan terhadap lalu lintas laut di
sekitar Rembang. Satu hal yang menarik adalah bahwa di dalam kompleks TRPK ini
terdapat bekas bangunan kuno yang dapat dibayangkan kemegahannya pada jaman
dulu. Bangunan ini berarsitektur Eropa yang kemungkinannya dulu pernah
digunakan oleh orang-orang Belanda untuk melakukan pertemuan dan pesta (semacam
gedung societiet)
Menurut
informasi, di atap bangunan ini pernah ditemukan tulisan angka tahun pembuatan
gedung ini yaitu tahun 1811. Kalau hal ini benar, maka gedung ini kemungkinan
dibuat pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal H.W.Daendels (1808-1811) yang
terkenal sebagai pemrakarsa pembangunan Jalan Post antara Anyer dan Panarukan.
Rembang merupakan salah satu kota yang dilewati Jalan Pos ini. Sejak tahun
1945, gedung ini dimanfaatkan sebagai gereja oleh Jemaat Umat Kristen
Protestan. Oleh karena jumlah anggota jemaat yang semakin berkurang maka
bangunan tua tersebut diubah fungsinya sebagai Taman Bacaan dan Perpustakaan
Pemerintah Daerah Kabupaten Rembang. Setelah beberapa lama bangunan tersebut
dibeli oleh Jemaat Kristen Jawa (dengan koordinasi dengan Gereja Indonesia
Bagian Barat) sejak tahun 1996, maka kondisi bangunan semakin memburuk. Pada
akhir tahun 2001 atap bangunan tersebut roboh. Pada saat ini tinggal
tiang-tiang penyangga dan temboknya saja yang masih tersisa.
Upaya-upaya
untuk menyelamatkan gedung antik yang merupakan peninggalan sejarah tersebut
sudah sering dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Rembang. Setelah melakukan
negoisasi yang panjang, akhirnya pengelolaan bangunan tua tersebut diserahkan
kepada pemerintah Kabupaten Rembang. Pada saat ini Pemerintah Kabupaten Rembang
sedang merencanakan untuk melakukan renovasi terhadap bangunan tersebut, untuk
selanjutnya akan digunakan sebagai gedung pertemuan dan pusat promosi dan
pengembangan wisata Kabupaten Rembang.
Secara
keseluruhan, Taman Kartini telah mengalami renovasi beberapa kali sejak tahun
1979. Pada tahun ini dibangun sarana bermain anak-anak. Selanjutnya pada tahun
1992 diadakan penataan lagi dengan menambah fasilitas seperti shelter, gardu
pandang, pembangunan talud pantai, dan sebagainya sehingga menambah daya tarik
taman rekreasi ini. Sejak saat itu nama Taman Kartini diganti dengan nama Taman
Rekreasi Pantai Kartini (TRPKartini).
Di dalam TRP
Kartini terdapat jangkar raksasa yang oleh masyarakat dikenal dengan nama
jangkar Dampo Awang. Jangkar
ini dipercaya milik pelaut Tionghoa yang bernama Sam Pho Khong. Diceritakan
bahwa pada waktu Sam Pho Khong sedang berlayar di Laut Jawa dalam rangka
ekspedisi ke selatan, kapal Sam Pho Khong diterjang gelombang besar sehingga
kapalnya rusak, rantai jangkar terlepas dan terdampar di Rembang dan layarnya
tertiup angin topan yang akhirnya jatuh di pantai Bonang sekarang ini dikenal
sebagai batu layar.
Untuk kepentingan pengmbangan
wisata di TRPKartini, pada hari kamis pon tanggal 16 Oktober 2003, jangkar dengan
panjang 2,5 m dan lebar 1,5 m ini dipindah dari tempatnya semula daratan di
tengah-tengah TRP Kartini yaitu sekitar 50 km dari garis pantai ke dalam
monumen megah yang dilengkapi dengan pelindung kaca dan lampu yang dibangun
diatas perairan tepi pantai, tepatbya 20 m dari garis pantai. Oleh masyarakat
dan Pemerintah Daerah Kabupaten Rembang, jangkar Dampo Awang ini tidak hanya
dijadikan sebagai benda bersejarah, namun juga dijadikan sebagai simbol
semangat bahari kota Rembang guna mewujudkan misi “Rembang Bahari”
Mengenai hal ihwal pemindahan
jangkar Dampo Awang ini terdapat cerita-cerita yang menarik. Diceritakan bahwa
pada tahun 1950-an, jangkar ini pernah “mengamuk” ketika akan dipindah keluar
Rembang yaitu ke Semarang. Tiba-tiba muncul badai besar di Rembang selama satu
minggu lebih. Behkan benda yang semula terletak di belakang Lembaga
Pemasyarakatan ini tidak bergerak ketika diangkat oleh sekitar 100 orang.
Ketika dipindah dari belakang Lembaga Pemasyarakatan ke TRP Kartini, Jangkar
Dampo Awang diangkat oleh 150 orang. Namun demikian proses pemindahan ke lepas
pantai tanggal 16 Oktober 2003 hanya membutuhkan 16 orang meskipun membutuhkan
waktu yang lama yaitu sekitar 5 jam. Relatif mudahnya pemindahan Jangkar Dampo
Awang pada tanggal 16 Oktober 2003 ini menurut paranormal setempat disebabkan
oleh kerelaan “penunggu” jangkar yang untuk sementara mau pindah dulu dari
“rumahnya” untuk kemudian kembali lagi setelah pemindahan selesai. Para
paranormal berhasil melakukan pendekatan terhadap “penunggu” Jangkar Dampo
Awang.
Jumat, 31 Agustus 2012
OBYEK WISATA UTAMA DI REMBANG (5) MAKAM R.A. KARTINI
Setelah wafat pada tanggal 17 September 1904, jenazah R.A.Kartini
dimakamkan di pemakaman keluarga bupati Rembang R.M.A.A.Djojodiningrat. Makam
ini terletak di desa Bulu, Kecamatan Bulu (Mantingan), Kabupaten Rembang.
Pemakaman ini terletak sekitar 17,5 km dari kota Rembang ke arah kota Blora.
Luas seluruh areal pemakaman ini adalah sekitar 10 ha. Di pemakaman ini pula
dimakamkan suami R.A.Kartini R.M.A.A.Djojodiningrat dan putera beliau
satu-satunya R.M. Susalit.
OBYEK WISATA UTAMA DI REMBANG (4) MUSEUM R.A. KARTINI
R.A.Kartini
merupakan salah satu tokoh nasional kebanggaan masyarakat Rembang. Oleh karena
di kota Rembang inilah dia memanfaatkan masa-masa akhir hayatnya untuk
melanjutkan pemikiran-pemikiran segarnya mengenai kemajuan wanita Indonesia.
Oleh bengsa Indonesia, ia diakui sebagai pahlawan emansipasi wanita. Untuk
itulaj museum Kartini didirikan di Rembang, khususnya di kompleks Pendopo
Kabupaten Rembang yang menyatu dengan rumah dinas Bupati Rembang di jalan Gatot
Subroto No. 8 Rembang. Museum Kartini menempati ruangan yang dulu pernah
digunakan oleh Kartini dalam aktivitas menuliskan ide-ide dan buah pikirannya
mengenai kemajuan bangsa Indonesia pada umumnya dan wanita pada khususnya.
Tempat ini sekaligus juga merupakan tempat beliau melahirkan putra satu-satunya
yaitu Raden Mas Susalit dan sebagai kamar pribadi hingga beliau wafat.
Benda-benda yang menjadi koleksi museum beraneka ragam khususnya benda-benda
yang pernah digunakan oleh R.A.Kartini semasa hidupnya.
R.A.Kartini
lahir di Mayong, Jepara pada tanggal 21 April 1879 dari pasangan suami istri
yang bernama Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat dan Ngasirah yang pada saat
itu menjabat sebagai Asisten Wedono Mayong dan tiga tahun setelah kelahiran
R.A.Kartini menjabat sebagai Bupati Jepara. Ngasirah, ibu kandung R.A.Kartini
adalah anak seorang kyai yang berasal dari Teluk Awur Jepara. Dalam usia tiga
tahun yaitu tahun 1881, R.A.Kartini diboyong ke Jepara ketika sang ayahandanya
diangkat sebagai Bupati Jepara. Ayah R.A Kartini sangat menaruh perhatian
terhadap pendidikan Kartini.Meskipun pendidikan formal bagi kaum wanita belum
merupakan sesuatu yang lazim dalam masyarakat Indonesia pada waktu itu.
Ayahanda R.A.Kartini sudah memberikan pendidikan formal. Meskipun R.A.Kartini
mempunyai hak untuk sekolah di sekolah Eropa, namun sang ayah menyekolahkan
Kartini di sekolah bersama teman-temannya. Sejak usia sekolah Kartini sudah
menunjukkan ketekunan dan bakatnya dalam membaca dan menulis. Ia membaca
buku-buku tokoh-tokoh progresif seperti Multatuli, sehingga mengetahui
seluk-beluk penindasan penjajahan Belanda. Hal ini memberikan kesadaran kepada
Kartini untuk menentang penjajahan Belanda.
Dengan
bacaan-bacaannya dan korespondensinya dengan sahabat-sahabat orang Belanda,
proses pendewasaan Kartini menjadi semakin matang, yang pada akhirnya
mengantarkan jiwa Kartini yang penuh kebebasan dalam berpikir dan demokratis
serta berorientasi maa depan dalam bertindak. Oleh karena itu dalam
surat-suratnya yang dikirimkan kepada para sahabatnya di Belanda, ia mengetik
adat istiadat yang ia pandang sebagai penghambat kemajuan wanita seperti budaya
memingit wanita. Ia menganjurkan agar wanita diberi kebebasan untuk menuntut
ilmu dan bebas belajar. Keinginannya untuk melanjutkan sekolah di negeri
Belanda diurungkan dan memohon kepada Pemerintah Kolonial Belanda agar
beasiswanya diberikan kepada pemuda Indonesia yang lain. Ia lebih senang
melanjutkan sekolah guru.
Sadar bahwa
cita-cita perjuangan untuk meningkatkan derajat wanita lewat pendidikan tidak
dapat dijalankan sendiri, maka ia menerima lamaran Bupati Rembang Raden Mas
Adipati Djojodiningrat, seorang duda yang memiliki beberapa orang anak. Bupati
Rembang sangat mendukung gagasan dan aktivitas untuk memajukan pendidikan kaum
wanita dan untuk memperjuangkan kaum wanita agar sederajat dengan kaum pria.
Perkawinan Kartini berlangsung pada tanggal 8 November 1903. Empat hari setelah
perkawinan, Kartini meninggalkan Jepara pindah ke kota Rembang.
Untuk
merealisir cita-citanya, langkah awal yang diambil oleh Kartini adalah
mendirikan sekolah wanita yang ditempatkan di rumahnya yaitu didebelah timur
gapura Kabupaten Rembang (sekarang
digunakan sebagai Kantor Wakil Bupati Rembang). Sekolah yang didirikan oleh
Kartini memiliki banyak murid. Murid-murid dari kalangan keluarga yang tidak
mampu, tidak dipungut biaya. Oleh karena mengalami kemajuan pesat, sehingga
diperlukan guru bantu agar semua murid bisa ditangani dengan baik. Kartini juga
mengajukan subsidi kepada Pemerintah Kolonial Belanda untuk memajukan
sekolahnya. Semuanya dilakukan secara tulus berdasarkan jiwa sosial dan
pengabdiannya.
Dalam kehidupan
sebagai ibu rumah tangga, beliau juga merasa sangat bahagia. Telah banyak yang
dilakukan Kartini untuk kepentingan keluarga dan masyarakatnya. Namun demikian
sayang sekali, ia tidak bisa mengabdikan diri lebih lama apalagi menikmati
hasil perjuangannya. Ia wafat dalam usia yang masih sangat muda sebagai seorang
pembaharu, yaitu 25 tahun. Ia wafat tanggal 17 September 1904, empat hari
setelah melahirkan putra satu-satunya, yaitu Raden Mas Susalit. Beliau
meninggalkan semua yang dicintainya, yaitu keluarga dan bangsanya. Jenazahnya
dimakamkan di makam keluarga Rembang yaitu di desa Bulu, Kecamatan Bulu,
Kabupaten Rembang. Beliau ditetapkan sebagai pahlawan wanita oleh Presiden
Soekarno. Kamar pribadi R.A.Kartini dijadikan sebagai ruang museum R.A.Kartini
dengan koleksi peninggalan beliau antara lain berupa : beberapa perabot rumah
tangga yang dulu pernah digunakan oleh Katini, bak mandi, bothekan tempat jamu,
sepasang rono, penyekat ruangan dari kayu jati berukir pemberian ayahandanya,
meja makan, meja untuk merawat bayi, lukisan karya R.A.Kartini berupa tiga ekor
angsa, naskah tulisan tangan R.A.Kartini dan lain-lain.
OBYEK WISATA UTAMA DI REMBANG (3) MASJID JAMI' REMBANG DAN KOMPLEKS MAKAM DI SEKITARNYA
Masjid Jami’ Rembang berada di sebelah barat alun-alun kota Rembang. Kompleks Masjid ini berada di dusun Kauman, desa Kutoharjo, kecamatan Rembang. Posisi Masjid dibangun diatas batur setinggi satu meter, sehingga lebih tinggi dari areal disekitarnya. Kompleks Masjid ini dikelilingi oleh tembok bata setinggi satu setengah meter. Sebagaimana biasanya masjid di Pantai Utara Jawa pada khususnya dan masjid lain di Indonesia pada umumnya, bangunan induk masjid berbentuksegi empat dengan lebar sisi sekitar 40 cm. Pada sisi barat ruangan bagian bangunan utama ini terdapat relung mihrab yang fungsinya sebagai tempat “pengimaman” atau tempat imam memimpin sholat. Sementara itu, di sebelah utara nihrab masih terdapat mimbar yang terbuat dari kayu jati yang diukir dengan motif tumpal, sulur-sulur, dan tumbuh-tumbuhan. Fungsi mimbar adalah sebagai tempat khotib (orang yang memberi khotbah pada sholat Jum’at). Di ambang mimbar ini terdapat inskripsi dengan menggunakan huruf Arab. Demikian juga inskrip dengan huruf Arab juga bisa didapatkan diatas pintu masuk ruang utama. Bangunan induk masjid ini ditopang oleh empat sokoguru yang terbuat dari kayu jati yang berbentuk segi empat. Sebagaimana masjid lain, Masjid Jami’ Rembang juga memiliki tambahan serambi.
Bila dilihat dari inskripsi yang
ada, maka dapat dipastikan bahwa masjid Jami’ Rembang ini didirikan tahun 1814
M oleh Bupati Rembang yang bernama adipati Condrodiningrat. Meskipun
masjid ini telah mengalami enam kali pemugaran, namun bentuk aslinya terjaga.
Sebagaimana
prototipe masjid kuno di Indonesia, kawasan masjid juga selalu menjadi ko,pleks
pemakaman. Di belakang masjid (sebelah barat) terdapat bangunan cungkup dengan
model arsitektur Eropa yang cukup megah. Dengan ketinggian batur sekitar satu
meter, bangunan cungkup ini berbentuk segi delapan yang berpusat pada lima buah
makam yang ada didalamnya. Kompleks makam ini terkenal dengan sebutan makam
Pangeran Sedo Laut, meskipun di dalamnya terdapat paling tidak lima buah makam.
Secara berjajar dari
barat ke timur makam-makam tersebut adalah :
(1).Makam
Adipati Condrodiningrat dengan menggunakan jirat dari semen dan nisan berbentuk
kurawal yang terbuat dari batu putih. Makam ini berangka tahun 1289 Hijriyah.
(2).Makam
istri Adipati Condrodiningrat dengan jirat dan nisan yang hampir sama dengan
makam suaminya. Nisan ini berangka tahun 1291 Hijriyah.
(3).Makam
Raden Tumenggung Pratiktoningrat atau Kanjeng Pangeran Sedo Laut dengan jirat
yang terbuat dari susunan bata dan nisan yang sudah terbuat dari semen. Pada
nisan terdapat angka tahun 1757 menurut angka tahun Kawa atau 1831 Masehi.
(4).Makam istri Kanjeng Pangeran Sedo Laut
dengan jirat dan nisan yang hampir sama dengan suaminya. Hanya saja pada makam
ini tidak bisa ditemukan angka tahun.
(5).Makam istri Patih Pati, yaitu Raden Ayu
Sasmoyo dengan jirat dan nisan yang hampir sama dengan makam ke-3 dan ke-4
dengan tanpa angka tahun.
Kamis, 16 Agustus 2012
OBYEK WISATA UTAMA DI REMBANG (2) PELABUHAN LAMA
Pelabuhan Lama Rembang terletak di Pantai kota Rembang atau tepatnya di muara sungai Karanggeneng. Di samping sebagai tempat pelabuhan, di muara sungai Karanggeneng juga terdapat tempat penimbunan kayu, sedangkan di muara sungai Lasem terdapat tempat pembuatan kapal (galangan kapal) yang sangat penting bagi perkembangan Pelabuhan Rembang itu sendiri.
Secara
geografis, Pelabuhan Rembang terletak di lokasi yang tepat atau memenuhi syarat
sebagai pelabuhan yang cukup aman. Dari segi geografis, suatu pelabuhan akan
berfungsi apabila memenuhi syarat : 1) Mempunyai dasar laut yang cukup dalam;
2) Bebas dari pembekuan/es; 3) Gelombang laut yang tidak besar; 4) Daerah
berlabuh cukup luas; 5) Mempunyai daerah belakang (hinterland) yang memenuhi
syarat dan mendukung berfungsinya pelabuhan.
Pantai di
sepanjang Laut Jawa, tempat tedapatnya Teluk Rembang dan Tuban, relatif lebih
tinggi dan terawat daripada Jepara.Tingginya tanah di daerah Rembang Utara dan
bagian yang dekat dengan Laut Jawa merupakan akibat dari munculnya tanah di
wilayah itu pada masa Mio-Pliosen. Di sini terjadi dorongan pelipatan pada masa
plistosin dan menyebabkan kenaikan tanah. Itulah sebabnya wilayah Rembang
relatif lebih tinggi daripada wilayah lain di Pantai Utara Jawa dan mempunyai
laut cukup dalam. Di Teluk Rembang sendiri terdapat sejumlah pulau karang kecil
dan gundukan pasir. Nama
kepulauan itu adalah Dua Bersaudara (Pulau Kembar) dan Sawalan. Sedangkan
gundukan pasir itu bernama Gossa, Pasir Batu dan Pasir Besi.
Adanya pulau-pulau karang dan
gundukan pasir di Teluk Rembang ini rupanya menjadikan pelindung dari ombak
yang besar, sehingga kondisi laut di pantai Rembang relatif lebih tenang. Sudah
barang tentu kondisiseperti ini sangat disukai oleh para pelaut yang akan
membawa kapalnya berlabuh di pantai. Pantaidi sepanjang Pantai Rembang yang
bisa dilabuhikapal relatif cukup luas, apabila dilihat dari eksistensi
Pelabuhan Rembang sebagai pelabuhan kecil. Adapun daerah di pantai Rembang yang
dapat digunakan untuk berlabuh adalah dari celah Sungai Karanggeneng ke arah
timur laut sepanjang kurang lebih 73 mil dari tembok pelabuhan dengan kedalaman
air sekitar 2,5-3 meter dan kerendahan dari permukaan tanah sekitar 1-0,5 kaki.
Eksistensi
suatu pelabuhan tidak bisa dilepaskan, bahkan sangat bergantung pada daerah
belakang (hinterland). Bagi Pelabuhan Rembang sendiri, hinterland menjadi
pendukung utama aktifitas pelabuhan karena produk kayu jatinya yang sangat
baik, disamping produk hasil bumi lainnya. Meskipun demikian, kayu jati buknlah
satu-satunya faktor yang mempunyai pengaruh terhadap aktifitas Pelabuhan
Rembang. Memang dari dulu Pelabuhan Rembang merupakan penyuplai kayu jati,
terutama untuk membuat kapal. Bahkan dibawah pemerintahan Raffles, kayu jatinya
berhasil bersaing dengan kayu jati dari Birma maupun Benggala. Pengaruh kayu
jati bagi Pelabuhan Rembang rupanya telah menyebabkan pelabuhan ini menjadi
ramai terutama bagi kapal-kapal pengangkut kayu yang beroperasi karena berbagai
pesanan dari daerah lain. Di samping itu, kapal-kapal dagang yang lain tidak
ketinggalan untuk melibatkan diri dalam perdagangan di sekitar pelabuhan dan
pada gilirannya Pelabuhan Rembang telah berkembang menjadi pelabuhan dagang
yang cukup penting.
Bagaimanapun
juga kondisi sebuah pelabuhan sangat ditentukan oleh faktor-faktor geografis.
Sementara itu penanganan terhadap pelabuhan dari segi geografis sangat
mempengaruhi fungsi pelabuhan tersebut. Pelabuhan Rembang pada pertengahan
hingga akhir abad ke-19, merupakan pelabuhan dengan warisan kebesaran tradisi
maritimnya. Peranan sungai menjadi salah satu faktor penentu bagi kelangsungan
Pelabuhan Rembang. Hal ini disebabkan karena Pelabuhan Rembang merupakan
pelabuhan muara, sehingga sngi mempunyai peranan penting sebagai penghubung antar
daerah pedalaman dengan wilayah pantai.
Pada tahun
1830, kondisi muara Sungai Karanggeneng tidak sesuai untuk dimasuki kapal-kapal
besar. Dengan demikian sebenarnya secara fungsional, Pelabuhan Rembang pada
saat itu cocok untuk berlabuh kapal-kapal yang relatif kecil. Akan tetapi tidak
berarti bahwa pross pengapalan terhadap barang-barang yang keluar masuk
pelabuhan menjadi terhenti. Proses pengapalan di pelabuhan kecil memang
berlangsung sangat sederhana. Kapal terletak atau membuang sauhnya agak jauh dari
tembok dermaga, para kuli harus memikul barang-barang yang dimuat dan dibongkar
ke dari dermaga/dinding itu melalui pasir pantai.
Kemunduran
secara geografis suatu pelabuhan terjadi karena adanya endapan lumpur yang
dibawa oleh sungai-sungai ke muara. Di samping itu angin musiman di Laut Jawa,
secara teratur setiap hari memberikan aliran dan pasang surut dengan perbedaan
ketinggian mencapai 1,20-1,80 meter, menyebabkan gerakan yang mengikis pantai.
Sampai tahun
1858, fungsi pelabuhan Rembang maupun pelabuhan-pelabuhan lain di Jawa, tetap
penting untuk pengapalan produk-produk negara. Namun, pada umumnya kondisinya
sangat buruk. Hal ini antara lain disebabkan oleh kondisi keuangan pemerintah
Hindia Belanda yang tidak memungkinkan banyak proyek untuk memperbaiki
pelabuhan sehingga banyak pelabuhan yang tidak dirawat. Faktor yang menyebabkan
kerusakan suatu pelabuhan adalah cacing laut. Rupanya, cacing laut telah
merusak tonggak-tonggak penguat dinding germaga dan bersama dengan air laut,
terutama sepanjang tahun pada angin musim Barat Laut dengan kuat menghantam
pantai, sehingga pemasangan batu menjadi rusak. Di samping cacing laut,
ternyata ada juga jenis kerang yang merugikan dan merusak tonggak-tonggak jati
di sepanjang pelabuhan dan pantai. Dengan demikian jelaslah bahwa letak dan
dampak geografis suatu pelabuhan akan menentukan eksistensi dan dinamika dari
pelabuhan itu sendiri. Sementara eksisten suatu pelabuhan sangat menentukan
kedudukannya dalam jaringan perdagangan laut. Tentang hal ini bagaimana dengan
Pelabuhan Rembang itu sendiri?
Selanjutnya
pada masa VOC, juga tidak banyak sumber yang menceritakan tentang siapa dan
bagaimana mengelola Pelabuhan Rembang Baru pada tahun 1816, diperoleh informasi
singkat tentang petugas pelabuhan. Rupanya Pelabuhan Rembang yang berkedudukan
sebagai Pangkalan Angkatan Laut Kolonial, sehingga para pejabat pengelola
pelabuhan saat itu berkedudukan sebagai personal Angkatan Laut. Dari sumber itu
disebutkan tentang jumlah pengelola pelabuhan yang terdiri dari seorang kepala
pelabuhan (Havenmeester), seorang juru tulis, seorang tukang bendera, seorang
juru mudi dan delapan kelasi. Dalam setahun mereka memperoleh gaji sebagai
berikut:
Gaji Pengelola Pelabuhan Rembang Tahun 1816, sbb : Kepala
Pelabuhan 1 org: f3.600, Juru tulis
pelabuhan 1 org: f.400, Tukang bendera 1 org: f96, Juru mudi 1 org: f115,6, Kelasi
3 org: f.576. Masing-masing diberikan pertahun.
(Sumber : AVRR, tahun 1816)
Di lihat dari jumlah petugas
pelabuhan dan kedudukan dari para petugas yang brfungsi ganda, maka dapat
dikatakan bahwa kedudukan Palabuhan Rembang saat itu merupakan palabuhan kecil
yang mempunyai aktifitas perdagangan dan pelayaran dalam skala kecil. Meskipun
demikian, Pelabuhan Rembang tetap mempunyai nilai strategis yang penting bagi
Pemerintah Kolonial terutama dalam kaitannya dengan eksploitasi hutan jati dan
pembuatan kapal. Dari beberapa sumber yang diungkapkan oleh Frank Broeze
tentang armada dagang di berbagai pelabuhan di Jawa dari tahun 1820-1850
menunjukkan bahwa Pelabuhan Rembang merupakan salah satu pelabuhan yang secara
rutin banyak dikunjungi oleh para
pedagang.
Bahkan dalam klasifikasi pelabuhan
yang dolakukan oleh Broeze, Pelabuhan Rembang tidak termasuk dalam kategori
sebagai pelabuhan kecil (minor ports). Akan tetapi perlu diperhatikan bahwa
dari data- data yang disajikan oleh Broeze masih terbatas pada data-data
tentang jumlah kapal yang mengunjungi Pelabuhan Rembang. Sedang tentang
beberapa tonase atau bobot dari kapal-kapal itu tidak diunkapkan, sehingga
masih bisa dipertanyakan apakah dari jumlah kapal yang datang ke suatu
pelabuhan bisa dijadikan indikasi tentang besar kecilnya suatu pelabuhan. Namun
yang jelas bahwa pada masa Kolonial, Pelabuhan Rembang menjadi salah satu
Pelabuhan kolonial, dalam arti kebijakan terhadap pengelolaan suatu pelabuhan
sangat ditentukan oleh kepentingan Kolonial Belanda.
Pelabuhan Rembang bisa disebut
sebagai pelabuhan kecil, maka tugas kepala Pelabuhan Rembang diserahkan
kepadaKomisi Penerima (Komieden – Ontvangers). Sebenarnya tugas Komisi Penerima
ini adalah melakukan pengawasan terhadap lalu lintas barang, tetapi sekaligus
juga berfungsi sebagai kepala pelabuhan di Rembang.
Dalam hal kebutuhan bagi
tersedianya pegawai douane yang bertugas
di bidang pengawasan dan berkaitan dengan kepentingan kas negara, telah
diangkat sebagai Komisi Pengawas. Bagi Pelabuhan Rembang,tugas komisi pengawas
ini adalah mengurusi cukai ekspor-impor yang berlangsung di pelabuhan. Tentang
berapa jumlah pegawai dalam komisi pengawas ini tidak banyak keterangan yang
diperoleh. Hnya saja, dilaporkan bahwa tugas pengawasan yang dilakukan oleh
komisi ini tidaklah mencukupi untuk pengawasan di pelabuhan dan sekitarnya,
terutama untuk mengawasi penyelundupan kayu jati maupun candu. Untuk mengatasi
hal itu, pada tahun 1873 telah diangkat seorang pejabat baru yang membantu
Komisi Pengawas. Pejabat itu disebut “Penguji” dengan tugas utama menilai
jumlah cukai terhadap barang-barang ekspor-impor di pelabuhan.
Sukses tidaknya aktivitas sebuah
pelabuhan, salah satunya ditentukan oleh faktor keamanan bagi kapal-kapal yang
kan berlabuh. Faktor keamanan ini tidak saja ditentukan oleh kondisi geografis,
tetapi juga ditentukan oleh keamanan penguasa pelabuhan dan pantai untuk
memberikan jaminan keamanan bagi kapal beserta barang-barang yang dibawanya.
Menurut Chaudhuri, faktor keamanan ini memang penting bagi kelangsungan hidup
sebuah pelabuhan. Para pedagang akan selalu singgah apabila dapat melakukan
transaksi dagang, pengapalan maupun dalam hal yang berkaitan dengan keuangan
dengan kredit secara aman di pelabuhan itu. Satu lagi ysering dikeluhkan oleh
seorang pedagang adalah bahwa kapal-kapal sering dirompak, sehingga jaminan
keamanan wilayah perairan suatu pelabuhan pun sesungguhnya sangat menentukan
eksistensi sebuah pelabuhan.
Bgi Pelabuhan
Rembang sendiri, usaha untuk memberikan semacam “Jaminan” keamanan perairan
telah dilakukan oleh pemerintah. Patroli laut oleh kapal-kapal pengawas selalu
dilakukan oleh para petugas Pelabuhan Rembang. Kapal-kapal pengawas ini
berkedudukan di Pelabuhan Rembang dan mempunyai tugas mengamankan wilayah
Perairan Rembang dari gangguan perompak dan perdagangan gelap. Memang, secara
khusus tugas kapal pengawas ini dimaksudkan untuk memberi jaminan keamanan
terhadap kapal-kapal yang datang atau pergi melalui Pelabuhan Rembang. Akan
tetapi, usaha ke arah itu sedikit banyak telah dilakukan dan paling tidak telah
mengurangi tindak kriminalitas di Perairan Rembang.
Langganan:
Postingan (Atom)












